
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkap momen ketika dirinya dihubungi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan diminta bergabung sebagai penasihat Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Said, komunikasi tersebut menjadi awal dari proses yang kemudian membawanya masuk dalam lingkaran penasihat presiden. Ia mengaku menerima tawaran tersebut dengan pertimbangan untuk memperjuangkan kepentingan pekerja secara lebih langsung melalui jalur kebijakan.
Penunjukan Said Iqbal menarik perhatian karena selama ini ia dikenal sebagai salah satu tokoh buruh yang aktif menyuarakan isu ketenagakerjaan, upah minimum, jaminan sosial, dan perlindungan hak pekerja.
Said menegaskan bahwa posisinya sebagai penasihat presiden tidak akan mengubah komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh. Ia justru melihat peran baru tersebut sebagai peluang untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan kelompok pekerja.
Sejumlah kalangan menyambut positif keterlibatan tokoh serikat pekerja dalam proses perumusan kebijakan. Kehadiran perwakilan buruh dinilai dapat membantu pemerintah memahami persoalan ketenagakerjaan dari perspektif pekerja secara langsung.
Namun pengamat hubungan industrial mengingatkan bahwa tantangan utama bukan sekadar representasi, melainkan kemampuan menerjemahkan aspirasi pekerja menjadi kebijakan yang konkret dan dapat diterapkan.
Isu pesangon, perlindungan tenaga kerja, serta penciptaan lapangan kerja diperkirakan akan menjadi agenda utama yang diperjuangkan Said dalam peran barunya.
Penunjukan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperluas partisipasi berbagai kelompok masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan nasional.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
