
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono, menyiapkan langkah pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perubahan tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola, transparansi, digitalisasi sistem, serta peningkatan pengawasan agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan lebih efektif dan akuntabel.
Meski akan melakukan sejumlah perbaikan, Sudaryono menegaskan tidak ada rencana menghentikan program MBG. Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk memastikan tujuan utama program, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah, dapat tercapai secara optimal.
Tata Kelola Menjadi Prioritas
Sudaryono mengakui masih terdapat sejumlah persoalan dalam tata kelola BGN, termasuk dugaan pelanggaran, lemahnya transparansi, dan sistem kerja yang dinilai masih terlalu bergantung pada individu.
Karena itu, ia berkomitmen membangun sistem yang lebih terbuka dan berbasis digital agar setiap proses pelaksanaan program dapat dipantau serta dipertanggungjawabkan. Menurutnya, seluruh mekanisme kerja harus berjalan melalui sistem, bukan bergantung pada orang tertentu.
Digitalisasi dan Transparansi
Salah satu perubahan yang disiapkan adalah memperluas digitalisasi dalam pengelolaan program MBG. Sudaryono menyebut seluruh proses administrasi dan pengambilan keputusan akan diarahkan memiliki rekam jejak yang jelas sehingga lebih mudah diawasi.
Ia menilai penggunaan sistem digital dapat mengurangi potensi penyimpangan sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan program di berbagai daerah. Selain itu, seluruh proses diharapkan berlangsung secara terbuka tanpa praktik yang tidak transparan.
Perketat Pengawasan dan Cegah Konflik Kepentingan
Sudaryono juga menegaskan komitmennya menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap praktik korupsi maupun penyalahgunaan wewenang di lingkungan BGN.
Ia memastikan dirinya maupun anggota keluarganya tidak memiliki dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau unit pelaksana MBG. Masyarakat juga diminta segera melapor kepada aparat apabila menemukan pihak yang mengatasnamakan dirinya untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Keamanan Pangan Jadi Perhatian
Selain tata kelola, Sudaryono menaruh perhatian pada kualitas bahan pangan dan keamanan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat. Evaluasi dilakukan menyusul sejumlah kasus keracunan makanan yang sempat terjadi dalam pelaksanaan MBG.
Ia meminta seluruh bahan baku yang digunakan memenuhi standar keamanan pangan sehingga kualitas gizi yang diterima anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia tetap terjaga.
Program MBG Dipastikan Tetap Berjalan
Sudaryono menegaskan pembenahan yang dilakukan bukan berarti mengubah tujuan utama MBG. Program tersebut tetap menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal.
Ia berharap perbaikan tata kelola dan sistem pengawasan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
