25°C Bali
May 14, 2026
Kebijakan

Investasi Ayam China Rp1,4 Triliun, Kementan Prioritaskan Peternak Lokal

Kementerian Pertanian membuka suara terkait kabar masuknya investasi asal China senilai Rp1,4 triliun ke sektor peternakan ayam petelur di Indonesia. Pemerintah menegaskan rencana tersebut masih berada pada tahap awal sosialisasi dan belum masuk fase pengembangan lanjutan. 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menyampaikan klarifikasi itu setelah menggelar rapat bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta pelaku usaha peternakan di Jakarta, Selasa (12/5). Menurutnya, pemerintah tetap menempatkan peternak rakyat sebagai prioritas utama dalam pengembangan industri perunggasan nasional. 

Rencana investasi tersebut sebelumnya mencuat setelah delegasi industri telur asal China melakukan penjajakan kerja sama dengan Kadin Indonesia dan Kadin Aceh pada April 2026. Nilai investasi disebut mencapai Rp1,4 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan breeding farm, pabrik pakan, hingga fasilitas pengolahan telur di Aceh. 

Agung menekankan investasi asing tetap diperbolehkan masuk, namun harus memberikan manfaat nyata bagi industri nasional. Pemerintah ingin investasi tersebut memperkuat rantai pasok domestik, membuka lapangan kerja, meningkatkan produksi pangan, sekaligus melibatkan koperasi dan peternak mandiri dalam ekosistem usaha. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Peternakan Cecep M. Wahyudin menyebut pemberitaan yang berkembang dinilai terlalu jauh dibanding kondisi sebenarnya. Ia mengatakan pertemuan dengan delegasi China baru sebatas penjajakan peluang investasi dan transfer teknologi peternakan modern. 

Kadin juga memastikan perusahaan China yang terlibat tidak akan menjadi integrator vertikal yang menguasai seluruh rantai bisnis perunggasan. Menurut Cecep, mekanisme tersebut tetap mengacu pada aturan persaingan usaha dan regulasi pengendalian supply-demand sektor peternakan yang berlaku di Indonesia. 

Di sisi lain, pemerintah berharap penggunaan teknologi modern dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi telur nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperbesar peluang ekspor produk peternakan Indonesia ke pasar internasional dalam beberapa tahun mendatang. 

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.