
Pasar properti Indonesia mengalami fenomena tidak biasa pada awal 2026. Penjualan rumah kecil tercatat turun tajam hingga hampir 50 persen, sementara hunian super mewah dengan harga mencapai Rp89 miliar justru habis terjual dalam waktu singkat.
Data Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan penjualan rumah kecil di pasar primer pada triwulan I-2026 mengalami kontraksi sebesar 45,59 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka tersebut berbalik drastis dibanding triwulan IV-2025 yang sebelumnya masih tumbuh 7,83 persen.
Penurunan juga terjadi pada kategori rumah besar dengan kontraksi sebesar 8,03 persen yoy. Secara keseluruhan, penjualan rumah residensial nasional turun 25,67 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Bank Indonesia mencatat sejumlah faktor menjadi penyebab lesunya penjualan rumah. Kenaikan harga bahan bangunan menjadi tantangan terbesar dengan kontribusi 20,97 persen, diikuti masalah perizinan dan birokrasi sebesar 18,15 persen. Selain itu, tingginya bunga KPR, besarnya uang muka, hingga faktor perpajakan juga ikut menekan daya beli masyarakat.
Di tengah pelemahan pasar tersebut, segmen properti ultra-premium justru menunjukkan tren berbeda. Kompleks hunian mewah Botanic Villa di NavaPark BSD City dilaporkan terjual habis kurang dari lima bulan sejak diluncurkan pada Oktober 2025. Proyek hasil kolaborasi Sinar Mas Land dan Hongkong Land itu menawarkan rumah dengan harga mulai Rp50 miliar hingga Rp89 miliar per unit.
Deputy Group CEO Strategic Development and Assets Sinar Mas Land Herry Hendarta menyebut seluruh 14 unit Botanic Villa telah sold out 100 persen. Menurutnya, tingginya permintaan menunjukkan pasar hunian super high-end masih sangat kuat, terutama untuk properti eksklusif dengan fasilitas premium dan lokasi strategis.
Hunian tersebut dibangun dengan konsep vila modern tiga lantai berukuran hingga 1.024 meter persegi. Menariknya, tipe terbesar justru menjadi unit yang paling cepat habis terjual karena dianggap menawarkan privasi dan eksklusivitas lebih tinggi bagi konsumen kelas atas.
Fenomena ini memperlihatkan ketimpangan pasar properti nasional, ketika masyarakat kelas menengah menghadapi kesulitan membeli rumah, sementara permintaan properti mewah tetap tumbuh di segmen tertentu.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
