
Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memasuki hari kesembilan pada Rabu (8/7). Hingga kini, kobaran api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya dan kepulan asap tebal masih menyelimuti kawasan sekitar, mengganggu aktivitas serta kesehatan warga di sejumlah permukiman.
Proses pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan unsur relawan. Namun, penanganan menghadapi berbagai kendala, mulai dari tingginya tumpukan sampah, munculnya titik api di bagian dalam gunungan sampah, hingga embusan angin yang menyebabkan bara kembali menyala meski permukaan telah disiram air. Kondisi tersebut membuat proses pendinginan berlangsung lebih lama dibandingkan kebakaran biasa.
Asap yang terus mengepul dilaporkan masih terbawa angin ke kawasan permukiman di sekitar TPA. Warga mengeluhkan kualitas udara yang menurun dan bau menyengat dari lokasi kebakaran. Sejumlah masyarakat juga mulai mengalami gangguan pernapasan ringan, iritasi mata, serta batuk akibat paparan asap yang terjadi selama beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker saat beraktivitas.
Selain mengerahkan armada pemadam dari jalur darat, pemerintah daerah terus berupaya melokalisasi api agar tidak meluas ke area lain di dalam TPA. Petugas juga melakukan pembasahan secara berkala pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap guna mencegah kebakaran kembali membesar. Evaluasi terhadap berbagai opsi penanganan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Kebakaran TPA Jatiwaringin pertama kali terjadi pada 30 Juni 2026 dan hingga kini telah menghanguskan area yang cukup luas. Lamanya proses pemadaman dipengaruhi karakteristik material sampah yang mudah menyimpan panas sehingga api dapat terus menyala di bagian bawah timbunan meski permukaan tampak padam. Kondisi cuaca yang panas dan berangin juga memperbesar potensi munculnya titik api baru.
Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga seluruh titik api benar-benar padam. Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan segera melapor apabila menemukan titik api baru atau mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran yang masih berlangsung.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
