DAMAC Siapkan Investasi Data Center di Jakarta, Nilainya Tembus Rp37 Triliun

DAMAC Siapkan Investasi Data Center di Jakarta, Nilainya Tembus Rp37 Triliun
DAMAC Siapkan Investasi Data Center di Jakarta, Nilainya Tembus Rp37 Triliun
Ilustrasi. Foto: DAMAC Siapkan Investasi Data Center di Jakarta, Nilainya Tembus Rp37 Triliun

Perusahaan infrastruktur digital asal Uni Emirat Arab (UEA), DAMAC Digital, memperluas investasinya di Indonesia dengan menyiapkan pembangunan pusat data (data center) berskala besar di Jakarta. Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai US$2,3 miliar atau sekitar Rp37 triliun, menjadikannya salah satu investasi data center terbesar di Tanah Air.

Rencana investasi tersebut menjadi bagian dari ekspansi DAMAC Digital untuk memenuhi lonjakan kebutuhan infrastruktur digital dan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara. Pemerintah menilai masuknya investasi ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi digital di kawasan sekaligus mendukung meningkatnya permintaan layanan komputasi awan, AI, dan penyimpanan data.

Proyek hyperscale data center tersebut akan dibangun dengan kapasitas hingga 144 megawatt (MW) dan dirancang untuk mendukung beban komputasi AI berkepadatan tinggi. Fasilitas ini akan menjadi proyek kedua DAMAC di Indonesia setelah sebelumnya membangun pusat data JKT01 di kawasan MT Haryono, Jakarta, dengan investasi sekitar US$150 juta atau sekitar Rp2,5 triliun dan kapasitas 19,2 MW.

Pendiri DAMAC Group, Hussain Sajwani, menyatakan investasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat ekosistem digital di Asia Tenggara. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital karena didukung jumlah pengguna internet yang terus meningkat, adopsi AI yang semakin luas, serta tingginya kebutuhan layanan cloud dari berbagai sektor industri.

Selain memperkuat kapasitas pusat data di Jakarta, proyek ini juga diharapkan mendorong masuknya investasi lanjutan di sektor teknologi informasi. Pemerintah menilai kehadiran hyperscale data center akan mendukung transformasi digital nasional, memperkuat ekosistem startup, meningkatkan daya tarik Indonesia bagi penyedia layanan cloud global, serta membuka lapangan kerja pada sektor teknologi dan konstruksi.

Pembangunan fasilitas baru dijadwalkan berlangsung secara bertahap, dengan fase pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2026. Selain mengusung teknologi pendingin berstandar internasional dan efisiensi energi tinggi, data center tersebut juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi generasi terbaru yang didominasi pemrosesan AI. Dengan ekspansi ini, DAMAC menargetkan kapasitas operasional data center di Indonesia terus meningkat sebagai bagian dari jaringan regionalnya di Asia Tenggara.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.