25°C Bali
May 16, 2026
Impor Sawit India Turun 26 Persen, Ekspor RI Mulai Tertekan
Ekonomi Internasional Lokal

Impor Sawit India Turun 26 Persen, Ekspor RI Mulai Tertekan

Penurunan impor minyak sawit India hingga 26 persen pada April 2026 mulai memicu kekhawatiran terhadap kinerja ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia. Pelemahan permintaan dari salah satu pasar terbesar dunia itu dinilai berpotensi menekan harga sawit global dan meningkatkan stok di negara produsen utama, termasuk Indonesia.

Data Solvent Extractors’ Association of India (SEA) menunjukkan impor minyak sawit India sepanjang April hanya mencapai sekitar 513 ribu ton. Angka tersebut menjadi level terendah sejak Desember 2025 dan turun signifikan dibanding Maret yang mencapai sekitar 689 ribu ton. 

Penurunan terjadi karena tingginya harga minyak sawit membuat selisih harga dengan minyak nabati lain semakin tipis. Kondisi itu membuat perusahaan penyuling di India menahan pembelian sambil menunggu koreksi harga pasar. 

Selain faktor harga, konsumsi minyak sawit di India juga tertekan akibat krisis pasokan gas memasak yang memengaruhi sektor restoran dan industri makanan. Situasi tersebut membuat permintaan minyak goreng berbasis sawit ikut melambat dalam beberapa bulan terakhir.

Sebaliknya, impor minyak kedelai dan minyak bunga matahari India justru meningkat tajam pada April. Impor minyak bunga matahari melonjak lebih dari 120 persen, sedangkan minyak kedelai naik sekitar 25 persen. Pergeseran konsumsi itu memperbesar tekanan terhadap pasar CPO internasional. 

India selama ini menjadi salah satu pembeli terbesar minyak sawit Indonesia bersama Malaysia. Pelemahan permintaan dari negara tersebut berpotensi meningkatkan stok domestik dan menekan harga referensi CPO di pasar regional.

Tekanan terhadap harga sawit juga terlihat di Bursa Malaysia. Kontrak CPO tercatat melemah selama enam hari beruntun setelah pasar merespons kenaikan stok minyak sawit Malaysia dan perlambatan ekspor global. 

Meski demikian, pelaku industri menilai peluang pemulihan masih terbuka apabila harga minyak mentah dunia tetap tinggi. Kenaikan harga energi global dinilai dapat menopang permintaan biodiesel berbasis sawit dan membantu menjaga stabilitas harga CPO dalam jangka pendek. 

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.