Mentan Amran Klaim Harga Pupuk RI Turun 20 Persen di Tengah Krisis Global

Pemerintah mengklaim berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di tengah lonjakan harga pupuk dunia akibat konflik geopolitik global. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk menjaga produksi pangan nasional dan melindungi petani dari tekanan biaya produksi.
Amran mengatakan penurunan harga pupuk dilakukan saat banyak negara menghadapi kenaikan tajam harga pupuk akibat gangguan rantai pasok internasional. Konflik di Timur Tengah yang memicu penutupan Selat Hormuz serta penghentian ekspor pupuk nitrogen oleh China disebut ikut mendorong harga urea global melonjak lebih dari 40 persen dalam beberapa bulan terakhir.
“Di saat geopolitik dunia memanas, Indonesia Alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen,” kata Amran saat pelepasan ekspor pupuk urea ke Australia di Bontang, Kalimantan Timur.
Selain menurunkan harga, pemerintah juga menambah volume pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton guna memperluas akses petani terhadap pupuk. Kebijakan tersebut disebut tidak menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah juga memangkas berbagai regulasi distribusi pupuk untuk mempercepat penyaluran ke petani. Melalui integrasi sistem berbasis identitas kependudukan dan perluasan jaringan kios hingga tingkat desa, distribusi pupuk diharapkan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Indonesia mulai memperluas pasar ekspor pupuk nasional. Setelah ekspor perdana pupuk urea ke Australia, pemerintah membidik pasar lain seperti India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh. Ekspor tahap awal ke Australia mencapai 47.250 ton dengan nilai sekitar Rp600 miliar dan diproyeksikan terus meningkat dalam skema kerja sama jangka panjang.
Amran menilai penguatan industri pupuk nasional menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman krisis global. Pemerintah juga memastikan stok pupuk domestik tetap aman untuk mendukung musim tanam 2026.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
