
Pemerintah Indonesia membuka peluang peningkatan kerja sama perdagangan dan industri dengan Belarus, termasuk penjajakan impor alat berat, kendaraan komersial, hingga teknologi otomotif untuk mendukung modernisasi sektor pertanian dan pertambangan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan ke sejumlah industri strategis di Minsk, Belarus, dalam rangka memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. Fokus pembahasan mencakup pengembangan alat berat, kendaraan industri, mekanisasi pertanian modern, hingga peluang transfer teknologi dan perakitan lokal di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Airlangga mendatangi perusahaan Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ (Minsk Automobile Plant), dan BelAZ Holding Management Company. Ketiga perusahaan itu dikenal sebagai produsen alat berat, truk pertambangan, bus, serta kendaraan komersial yang menjadi andalan industri Belarus.
Pemerintah menilai Belarus memiliki kapasitas manufaktur yang kuat untuk mendukung kebutuhan industrialisasi Indonesia, terutama di sektor pertanian modern dan pertambangan. Airlangga menyebut kebutuhan alat berat yang efisien menjadi semakin penting seiring percepatan program ketahanan pangan dan hilirisasi industri nasional.
Pada pertemuan dengan MTZ, Indonesia menjajaki pemanfaatan teknologi traktor dan alat mesin pertanian guna mendukung peningkatan produktivitas sektor pangan, termasuk program food estate. Pihak Belarus juga menawarkan pelatihan tenaga kerja dan transfer teknologi untuk mendukung kerja sama jangka panjang.
Sementara itu, pembahasan dengan MAZ difokuskan pada peluang pengembangan kendaraan komersial dan bus rendah emisi, termasuk opsi local assembly di Indonesia. Adapun dengan BelAZ, kedua negara membahas potensi kerja sama dump truck pertambangan, pengembangan ekosistem perawatan kendaraan berat, serta pemanfaatan karet alam Indonesia untuk rantai pasok industri ban.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi RI–Belarus menjelang implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Pemerintah berharap kemitraan industri dengan Belarus dapat memperluas diversifikasi pasar sekaligus memperkuat kapasitas manufaktur nasional.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
