Bareskrim Ungkap Manajemen Kelab New Zone Diduga Raup Untung Narkoba

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap dugaan keterlibatan manajemen tempat hiburan malam New Zone di Medan, Sumatera Utara, dalam praktik peredaran narkotika. Polisi menyebut pihak pengelola diduga mengetahui sekaligus memperoleh keuntungan dari transaksi narkoba yang berlangsung di lokasi tersebut.
Pengungkapan kasus bermula dari operasi penggerebekan yang dilakukan tim gabungan Subdit IV dan Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) pada Sabtu dini hari, 23 Mei 2026. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 34 orang yang terdiri dari pihak manajemen, staf, pengunjung dewasa, hingga anak di bawah umur.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan penyidik menemukan indikasi kuat adanya pembiaran sistematis terhadap praktik jual beli narkotika di dalam kelab malam tersebut. Bahkan, manajemen diduga menerima keuntungan dari setiap penjualan ekstasi yang dilakukan di lokasi hiburan malam itu.
Sejumlah pihak dari internal manajemen turut diamankan, termasuk admin HRD, manajer operasional, dan bagian humas keamanan. Polisi menduga mereka memiliki peran dalam memantau razia aparat sekaligus memfasilitasi peredaran narkoba di dalam kelab.
Bareskrim mengungkap modus transaksi dilakukan menggunakan kode tertentu seperti “obor”, “obat”, atau “O” yang disampaikan pengunjung kepada pelayan. Setelah pesanan diterima, waiters akan mengantarkan narkotika dan pembayaran dilakukan secara tunai maupun transfer.
Selain menyita narkotika, polisi juga mengamankan sejumlah aset yang diduga terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU), mulai dari mobil hingga sepeda motor. Penyidik memperkirakan perputaran uang dari bisnis narkoba di New Zone mencapai Rp65,7 miliar dalam enam tahun terakhir.
Kasus ini kembali memunculkan sorotan terhadap maraknya praktik peredaran narkoba di tempat hiburan malam. Pengamat hukum menilai penindakan terhadap jaringan hingga level manajemen menjadi langkah penting untuk memutus rantai bisnis narkotika yang selama ini berlindung di balik industri hiburan malam.
Bareskrim memastikan pengembangan kasus masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam jaringan peredaran narkoba New Zone Medan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
