Pramono Buka Posko Pembebasan Lahan Ciliwung, Ingin Hilangkan Peran Calo

Pramono Buka Posko Pembebasan Lahan Ciliwung, Ingin Hilangkan Peran Calo
Ilustrasi. Foto: Pramono Buka Posko Pembebasan Lahan Ciliwung, Ingin Hilangkan Peran Calo

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka posko pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Sungai Ciliwung di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan posko tersebut dibentuk agar proses pengadaan tanah berlangsung lebih transparan sekaligus menghilangkan praktik percaloan yang selama ini dikhawatirkan membebani masyarakat terdampak. Upaya ini menjadi bagian dari percepatan normalisasi Ciliwung sebagai salah satu program pengendalian banjir di Ibu Kota.

Pramono menjelaskan seluruh proses pembebasan lahan akan dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air tanpa melibatkan pihak perantara. Sementara itu, penilaian harga tanah akan dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui mekanisme appraisal yang independen. Menurutnya, sistem tersebut diterapkan agar warga memperoleh ganti rugi sesuai nilai yang ditetapkan dan terhindar dari praktik perantara yang berpotensi merugikan masyarakat.

Posko yang dibuka di lokasi pembebasan lahan juga berfungsi sebagai pusat informasi bagi warga. Masyarakat dapat memperoleh penjelasan mengenai tahapan pengadaan tanah, proses administrasi, hingga mekanisme pembayaran ganti rugi secara langsung dari petugas pemerintah. Dengan demikian, warga tidak perlu bergantung pada pihak lain untuk mengurus dokumen maupun memperoleh informasi terkait pembebasan lahan.

Normalisasi Sungai Ciliwung kembali dipercepat setelah sempat terhenti selama beberapa tahun. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai proyek tersebut memiliki peran penting dalam mengurangi risiko banjir karena sekitar 40 persen aliran sungai di Jakarta berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Untuk mendukung proyek tersebut, pembebasan lahan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik yang menjadi prioritas pembangunan tanggul dan pelebaran alur sungai.

Di kawasan Cawang, kebutuhan pembebasan lahan mencapai lebih dari 400 bidang. Sebagian bidang telah berhasil dibebaskan pada tahun sebelumnya, sementara sisanya akan diselesaikan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Setelah proses pengadaan tanah rampung, pembangunan tanggul akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pramono berharap pembentukan posko mampu mempercepat penyelesaian pembebasan lahan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses yang dijalankan pemerintah. Ia menegaskan seluruh tahapan akan dilakukan secara terbuka, profesional, dan sesuai ketentuan hukum sehingga proyek normalisasi Ciliwung dapat berjalan tanpa gejolak serta memberikan manfaat jangka panjang dalam pengendalian banjir di Jakarta.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.