OASA Bentuk BMN dan Genjot Proyek PSEL Tangsel Rp2,6 Triliun

PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) terus mempercepat ekspansi bisnis energi terbarukan dan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) melalui pembentukan badan usaha baru serta pengembangan proyek strategis di Tangerang Selatan senilai Rp2,6 triliun. Langkah agresif tersebut mulai menarik perhatian pelaku pasar meski saham OASA masih bergerak volatil sepanjang 2026.

Perseroan membentuk perusahaan baru bernama PT Biru Marunda Nusantara (BMN) untuk memperkuat pengembangan proyek energi hijau dan pengelolaan lingkungan. Pembentukan entitas baru ini disebut menjadi bagian dari strategi OASA memperluas ekosistem bisnis waste-to-energy dan infrastruktur energi berkelanjutan di Indonesia. 

Di saat bersamaan, OASA juga mempercepat proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Cipeucang, Tangerang Selatan. Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp2,6 triliun dan digarap melalui perusahaan patungan bersama mitra strategis asal China. 

Proyek PSEL Tangsel diproyeksikan menjadi salah satu proyek waste-to-energy terbesar di kawasan Jabodetabek. OASA melalui anak usahanya akan menguasai sekitar 76 persen kepemilikan perusahaan patungan, sementara sisanya dimiliki mitra asing yang menyediakan dukungan teknologi dan pendanaan proyek. 

Pengembangan bisnis OASA sejalan dengan rencana pemerintah mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di berbagai kota besar. Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi baru terkait percepatan waste-to-energy yang dipandang menjadi katalis positif bagi emiten sektor energi hijau dan pengelolaan limbah. 

Dari sisi pasar saham, pergerakan OASA masih tergolong fluktuatif. Berdasarkan data perdagangan, saham OASA sempat menyentuh level tertinggi Rp590 pada awal 2026 sebelum kembali bergerak di kisaran Rp400-an. Kapitalisasi pasar perseroan saat ini mencapai sekitar Rp2,58 triliun.

Analis menilai prospek jangka panjang OASA masih menarik karena sektor pengolahan sampah menjadi energi mulai mendapat dukungan regulasi pemerintah. Namun investor tetap diminta mencermati risiko eksekusi proyek, kebutuhan pendanaan besar, serta volatilitas saham yang masih tinggi. 

Sejumlah pelaku pasar menilai proyek PSEL Tangsel berpotensi menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan OASA dalam beberapa tahun mendatang apabila proyek berhasil masuk tahap konstruksi dan operasi komersial sesuai target. 

Emiten Haji Isam Bertambah, Pergerakan Saham PGUN hingga PACK Jadi Sorotan

Pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam kembali menambah portofolio investasinya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah sebelumnya dikenal melalui sejumlah emiten sektor sawit dan tambang, kini Haji Isam masuk ke PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK), sehingga total emiten yang terafiliasi dengannya bertambah menjadi empat perusahaan terbuka. 

Masuknya Haji Isam ke PACK dilakukan melalui pembelian sekitar 6,84 miliar saham atau setara 21,12 persen kepemilikan pada 13 Mei 2026. Transaksi tersebut dilakukan di harga Rp137 per saham dengan total nilai mencapai sekitar Rp936,65 miliar. Langkah itu memperkuat ekspansi bisnis Haji Isam di pasar modal setelah sebelumnya mengendalikan PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), dan PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE). 

Di antara tiga emiten sebelumnya, PGUN menjadi saham dengan performa paling mencolok sepanjang 2025. Emiten perkebunan sawit tersebut sempat mencatat lonjakan harga lebih dari 2.800 persen secara year to date (ytd), didukung pertumbuhan laba bersih hingga 449 persen menjadi Rp101,4 miliar pada kuartal III/2025. 

Sementara itu, JARR juga mencatat kinerja positif dengan laba bersih naik 44,2 persen menjadi Rp224 miliar hingga September 2025. Pertumbuhan ditopang kenaikan pendapatan usaha menjadi Rp3,09 triliun dari sebelumnya Rp2,63 triliun. Saham JARR bahkan sempat menjadi salah satu emiten sawit dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. 

Adapun TEBE yang bergerak di jasa pertambangan batu bara mengalami tekanan kinerja pada 2025. Pendapatan perseroan turun 17,6 persen menjadi Rp323,38 miliar, sementara laba bersih melemah 6,4 persen menjadi Rp81,88 miliar. Meski demikian, saham TEBE tetap sempat melonjak signifikan setelah masuknya Jhonlin Group sebagai pengendali baru. 

Pergerakan saham emiten-emiten terkait Haji Isam juga dikenal sangat volatil. Setelah mengalami reli tajam sepanjang 2025, saham PGUN, JARR, dan TEBE sempat mengalami auto reject bawah (ARB) berhari-hari hingga membuat kapitalisasi pasar ketiganya menyusut lebih dari Rp148 triliun. 

Meski fluktuatif, pasar masih menaruh perhatian besar terhadap kelompok saham Haji Isam karena ekspansi bisnisnya yang agresif di sektor sawit, pertambangan, logistik, hingga energi baru. Kehadiran PACK disebut semakin memperluas jaringan bisnis grup tersebut di pasar modal Indonesia. 

Pasar Saham Lesu, Penerbitan Obligasi Korporasi Justru Kian Bergairah

Di tengah tekanan pasar saham dan tingginya volatilitas global, pasar surat utang korporasi justru menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Sejumlah perusahaan ramai-ramai menerbitkan obligasi dan sukuk sebagai alternatif pendanaan di tengah kondisi pasar modal yang belum stabil.

Lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi tahun ini tetap solid di kisaran Rp154 triliun hingga Rp197 triliun, dengan titik tengah sekitar Rp176 triliun. Tingginya kebutuhan refinancing dan kebutuhan ekspansi menjadi pendorong utama meningkatnya penerbitan obligasi korporasi. 

Chief Economist Pefindo Suhindarto mengatakan nilai obligasi jatuh tempo pada 2026 mencapai sekitar Rp162,72 triliun atau tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong banyak perusahaan mencari sumber pembiayaan baru melalui pasar surat utang untuk menjaga likuiditas dan memperpanjang tenor utang. 

Di sisi lain, kondisi pasar saham yang masih fluktuatif membuat sebagian emiten menunda aksi korporasi berbasis ekuitas seperti rights issue maupun penawaran umum perdana saham (IPO). Obligasi dinilai lebih menarik karena tidak menyebabkan dilusi kepemilikan saham dan menawarkan struktur pembiayaan yang lebih fleksibel. 

Sejumlah emiten besar mulai aktif menerbitkan obligasi sejak awal tahun. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), hingga PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) termasuk perusahaan yang menyiapkan penerbitan surat utang untuk modal kerja dan refinancing. 

Meski demikian, pasar obligasi korporasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual menilai pergerakan yield Surat Berharga Negara (SBN), pelemahan rupiah, dan sentimen risk-off investor asing masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar obligasi domestik. Kenaikan yield SBN juga berpotensi mendorong investor meminta kupon lebih tinggi terhadap obligasi korporasi. 

Selain itu, gejolak eksternal seperti arah suku bunga The Fed dan konflik geopolitik global masih membayangi pasar keuangan Indonesia. Namun analis melihat obligasi korporasi tetap memiliki daya tarik karena menawarkan imbal hasil kompetitif di tengah ketidakpastian pasar saham. 

Dengan kebutuhan pendanaan yang besar dan tren penurunan suku bunga yang mulai terbuka, pasar surat utang korporasi diperkirakan masih akan menjadi salah satu sumber pembiayaan utama emiten sepanjang 2026. 

Ekspansi Agresif INET Belum Mampu Angkat Sentimen Saham

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terus mempercepat ekspansi anorganik sepanjang 2026, mulai dari rencana akuisisi hingga penguatan jaringan infrastruktur digital. Namun langkah agresif tersebut belum berhasil mendongkrak kepercayaan pasar, tercermin dari pergerakan saham INET yang masih tertekan dalam beberapa bulan terakhir. 

Emiten penyedia infrastruktur telekomunikasi itu tengah mematangkan rencana akuisisi PT Sarana Global Indonesia (SGI) sebagai bagian dari strategi memperbesar bisnis konektivitas dan layanan digital. Sebelumnya, INET juga aktif melakukan aksi korporasi melalui rights issue jumbo untuk memperkuat modal ekspansi perusahaan. 

Manajemen INET menargetkan dana hasil rights issue digunakan untuk pengembangan bisnis telekomunikasi, termasuk proyek kabel bawah laut atau submarine cable dan pembangunan fiber to the home (FTTH). Perseroan juga memperluas jaringan point of presence (POP) dan layanan data center interconnect guna memperkuat posisi di sektor infrastruktur digital nasional. 

Meski ekspansi berlangsung agresif, pelaku pasar masih menyoroti sejumlah tantangan fundamental perseroan. Salah satu perhatian utama ialah valuasi saham yang dinilai sudah cukup mahal dibanding capaian kinerja keuangan saat ini. Berdasarkan data perdagangan, price to earnings ratio (PER) INET berada di kisaran 81 kali, jauh di atas rata-rata emiten telekomunikasi dan infrastruktur digital di Bursa Efek Indonesia. 

Selain valuasi tinggi, investor juga mencermati risiko dilusi akibat rights issue dalam jumlah besar. Aksi korporasi tersebut memang memberi ruang ekspansi, tetapi sekaligus berpotensi menekan kepemilikan pemegang saham lama jika tidak diimbangi pertumbuhan laba yang signifikan. 

Secara teknikal, saham INET juga masih bergerak dalam tren volatil. Setelah sempat melonjak tajam sepanjang 2025, harga saham perseroan mengalami koreksi cukup dalam pada awal 2026. Data perdagangan menunjukkan saham INET pernah menyentuh level tertinggi Rp710 sebelum kembali melemah ke kisaran Rp280-an. 

Analis menilai prospek jangka panjang INET sebenarnya masih terbuka karena kebutuhan infrastruktur digital Indonesia terus tumbuh. Namun pasar saat ini cenderung menunggu bukti konkret bahwa ekspansi agresif perseroan mampu diterjemahkan menjadi peningkatan pendapatan dan profitabilitas yang berkelanjutan. 

Guru Ponpes di Maros Ditangkap Setelah Setahun Buron Kasus Dugaan Pencabulan

Seorang pengurus sekaligus guru pondok pesantren berinisial AN (68) ditangkap aparat kepolisian setelah diduga melakukan pencabulan terhadap empat santriwati di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pelaku yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) itu diamankan di Kota Bontang, Kalimantan Timur, usai buron hampir satu tahun.

Penangkapan dilakukan Tim Jatanras Polres Maros pada Jumat (15/5) setelah polisi melacak keberadaan tersangka di luar Sulawesi Selatan. Saat ditangkap, AN disebut tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Maros untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah tahanan Polres Maros.

Kasus ini bermula dari laporan salah satu santriwati yang mengaku mengalami pelecehan seksual di lingkungan pondok pesantren. Berdasarkan penyelidikan polisi, dugaan tindak pidana terjadi sejak Desember 2024, namun baru dilaporkan keluarga korban pada Februari 2025. Korban mengaku dipanggil ke kamar pribadi pelaku dengan alasan membantu memijat sebelum dugaan pelecehan terjadi.

Dalam proses pengembangan perkara, jumlah korban bertambah dari satu orang menjadi empat santriwati. Polisi telah memeriksa sedikitnya lima saksi, termasuk para korban dan anggota keluarga korban. Dari empat korban tersebut, dua di antaranya telah membuat laporan resmi, sementara dua lainnya mengaku mengalami percobaan pencabulan.

Kuasa hukum korban menyebut pelaku diduga menggunakan pendekatan manipulatif untuk mengendalikan para santriwati. Korban disebut sempat ditempatkan di ruang khusus santri bermasalah sebelum pelaku mendekati mereka. Selain itu, pelaku juga diduga memberikan sejumlah uang kepada korban dan meminta peristiwa tersebut tidak disampaikan kepada orang tua.

Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan kembali menjadi sorotan publik. Kepolisian memastikan proses penyidikan terus berjalan untuk mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam perkara tersebut.

Mentan Amran Klaim Harga Pupuk RI Turun 20 Persen di Tengah Krisis Global

Pemerintah mengklaim berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di tengah lonjakan harga pupuk dunia akibat konflik geopolitik global. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk menjaga produksi pangan nasional dan melindungi petani dari tekanan biaya produksi.

Amran mengatakan penurunan harga pupuk dilakukan saat banyak negara menghadapi kenaikan tajam harga pupuk akibat gangguan rantai pasok internasional. Konflik di Timur Tengah yang memicu penutupan Selat Hormuz serta penghentian ekspor pupuk nitrogen oleh China disebut ikut mendorong harga urea global melonjak lebih dari 40 persen dalam beberapa bulan terakhir.

“Di saat geopolitik dunia memanas, Indonesia Alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen,” kata Amran saat pelepasan ekspor pupuk urea ke Australia di Bontang, Kalimantan Timur. 

Selain menurunkan harga, pemerintah juga menambah volume pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton guna memperluas akses petani terhadap pupuk. Kebijakan tersebut disebut tidak menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Pemerintah juga memangkas berbagai regulasi distribusi pupuk untuk mempercepat penyaluran ke petani. Melalui integrasi sistem berbasis identitas kependudukan dan perluasan jaringan kios hingga tingkat desa, distribusi pupuk diharapkan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran. 

Di sisi lain, Indonesia mulai memperluas pasar ekspor pupuk nasional. Setelah ekspor perdana pupuk urea ke Australia, pemerintah membidik pasar lain seperti India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh. Ekspor tahap awal ke Australia mencapai 47.250 ton dengan nilai sekitar Rp600 miliar dan diproyeksikan terus meningkat dalam skema kerja sama jangka panjang. 

Amran menilai penguatan industri pupuk nasional menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman krisis global. Pemerintah juga memastikan stok pupuk domestik tetap aman untuk mendukung musim tanam 2026. 

Kemenpar Proyeksi Wisman Naik Setelah Scoot Buka Rute Belitung

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia meningkat setelah maskapai Scoot membuka penerbangan langsung rute Singapura–Belitung. Jalur baru tersebut dinilai memperkuat konektivitas internasional menuju destinasi prioritas nasional sekaligus memperluas akses wisatawan asing ke kawasan Bangka Belitung.

Penerbangan perdana Scoot untuk rute Singapura–Tanjung Pandan mulai beroperasi sejak 3 Mei 2026. Pada tahap awal, layanan tersedia dua kali sepekan setiap Rabu dan Minggu menggunakan armada berkapasitas 112 kursi. Tingkat keterisian penerbangan pertama tercatat mencapai 73,2 persen atau sekitar 82 penumpang.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan pembukaan rute tersebut menjadi langkah strategis untuk mendongkrak pasar wisatawan asal Singapura. Menurut dia, Belitung memiliki karakter destinasi yang sesuai dengan preferensi wisatawan Singapura, terutama wisata bahari, kuliner, dan perjalanan leisure berkualitas.

Kemenpar menilai konektivitas udara internasional menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia. Kehadiran Scoot juga menambah jaringan penerbangan maskapai tersebut di Indonesia menjadi 16 destinasi. Pemerintah berharap akses langsung ke Belitung mampu memperkuat posisi daerah itu sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Asia Tenggara.

Optimisme peningkatan kunjungan wisman sejalan dengan tren pemulihan sektor pariwisata nasional sepanjang 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman pada Januari–Maret 2026 mencapai 3,44 juta kunjungan atau meningkat 8,62 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Singapura juga masih menjadi salah satu pasar utama penyumbang wisatawan asing ke Indonesia.

Belitung selama ini dikenal memiliki daya tarik wisata berupa pantai berpasir putih, gugusan batu granit, dan wisata island hopping. Pemerintah bersama pemangku kepentingan pariwisata berencana memperkuat promosi di pasar Singapura guna menjaga tingkat okupansi penerbangan dan memperbesar kontribusi sektor wisata terhadap ekonomi daerah.

RI Lirik Impor Alat Berat dan Otomotif Belarus Tahun Ini

Pemerintah Indonesia membuka peluang peningkatan kerja sama perdagangan dan industri dengan Belarus, termasuk penjajakan impor alat berat, kendaraan komersial, hingga teknologi otomotif untuk mendukung modernisasi sektor pertanian dan pertambangan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan ke sejumlah industri strategis di Minsk, Belarus, dalam rangka memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. Fokus pembahasan mencakup pengembangan alat berat, kendaraan industri, mekanisasi pertanian modern, hingga peluang transfer teknologi dan perakitan lokal di Indonesia. 

Dalam kunjungan tersebut, Airlangga mendatangi perusahaan Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ (Minsk Automobile Plant), dan BelAZ Holding Management Company. Ketiga perusahaan itu dikenal sebagai produsen alat berat, truk pertambangan, bus, serta kendaraan komersial yang menjadi andalan industri Belarus. 

Pemerintah menilai Belarus memiliki kapasitas manufaktur yang kuat untuk mendukung kebutuhan industrialisasi Indonesia, terutama di sektor pertanian modern dan pertambangan. Airlangga menyebut kebutuhan alat berat yang efisien menjadi semakin penting seiring percepatan program ketahanan pangan dan hilirisasi industri nasional. 

Pada pertemuan dengan MTZ, Indonesia menjajaki pemanfaatan teknologi traktor dan alat mesin pertanian guna mendukung peningkatan produktivitas sektor pangan, termasuk program food estate. Pihak Belarus juga menawarkan pelatihan tenaga kerja dan transfer teknologi untuk mendukung kerja sama jangka panjang.

Sementara itu, pembahasan dengan MAZ difokuskan pada peluang pengembangan kendaraan komersial dan bus rendah emisi, termasuk opsi local assembly di Indonesia. Adapun dengan BelAZ, kedua negara membahas potensi kerja sama dump truck pertambangan, pengembangan ekosistem perawatan kendaraan berat, serta pemanfaatan karet alam Indonesia untuk rantai pasok industri ban. 

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi RI–Belarus menjelang implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Pemerintah berharap kemitraan industri dengan Belarus dapat memperluas diversifikasi pasar sekaligus memperkuat kapasitas manufaktur nasional. 

Impor Sawit India Turun 26 Persen, Ekspor RI Mulai Tertekan

Penurunan impor minyak sawit India hingga 26 persen pada April 2026 mulai memicu kekhawatiran terhadap kinerja ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia. Pelemahan permintaan dari salah satu pasar terbesar dunia itu dinilai berpotensi menekan harga sawit global dan meningkatkan stok di negara produsen utama, termasuk Indonesia.

Data Solvent Extractors’ Association of India (SEA) menunjukkan impor minyak sawit India sepanjang April hanya mencapai sekitar 513 ribu ton. Angka tersebut menjadi level terendah sejak Desember 2025 dan turun signifikan dibanding Maret yang mencapai sekitar 689 ribu ton. 

Penurunan terjadi karena tingginya harga minyak sawit membuat selisih harga dengan minyak nabati lain semakin tipis. Kondisi itu membuat perusahaan penyuling di India menahan pembelian sambil menunggu koreksi harga pasar. 

Selain faktor harga, konsumsi minyak sawit di India juga tertekan akibat krisis pasokan gas memasak yang memengaruhi sektor restoran dan industri makanan. Situasi tersebut membuat permintaan minyak goreng berbasis sawit ikut melambat dalam beberapa bulan terakhir.

Sebaliknya, impor minyak kedelai dan minyak bunga matahari India justru meningkat tajam pada April. Impor minyak bunga matahari melonjak lebih dari 120 persen, sedangkan minyak kedelai naik sekitar 25 persen. Pergeseran konsumsi itu memperbesar tekanan terhadap pasar CPO internasional. 

India selama ini menjadi salah satu pembeli terbesar minyak sawit Indonesia bersama Malaysia. Pelemahan permintaan dari negara tersebut berpotensi meningkatkan stok domestik dan menekan harga referensi CPO di pasar regional.

Tekanan terhadap harga sawit juga terlihat di Bursa Malaysia. Kontrak CPO tercatat melemah selama enam hari beruntun setelah pasar merespons kenaikan stok minyak sawit Malaysia dan perlambatan ekspor global. 

Meski demikian, pelaku industri menilai peluang pemulihan masih terbuka apabila harga minyak mentah dunia tetap tinggi. Kenaikan harga energi global dinilai dapat menopang permintaan biodiesel berbasis sawit dan membantu menjaga stabilitas harga CPO dalam jangka pendek. 

Lalu Lintas ke Timur Trans Jawa Naik 40 Persen Saat Libur Panjang

Arus kendaraan menuju wilayah timur Jalan Tol Trans Jawa melonjak selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat kenaikan volume lalu lintas hingga lebih dari 40 persen dibanding kondisi normal, terutama di jalur menuju Cikampek dan wilayah Jawa Tengah.

Peningkatan tertinggi tercatat di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama arah Trans Jawa. Selama periode H-1 hingga Hari H libur panjang pada 13–14 Mei 2026, sebanyak 77.198 kendaraan melintas menuju wilayah timur. Jumlah itu meningkat sekitar 40,41 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 54.982 kendaraan. 

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo mengatakan lonjakan arus kendaraan masih berlanjut hingga hari berikutnya. Jasa Marga bahkan sempat memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Tol Jakarta–Cikampek untuk mengurai kepadatan kendaraan menuju arah timur. 

Selain GT Cikampek Utama, peningkatan signifikan juga terjadi di sejumlah gerbang tol wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Volume kendaraan menuju Semarang melalui GT Kalikangkung tercatat naik sekitar 42 persen, sementara arus menuju Solo melalui GT Banyumanik meningkat lebih dari 55 persen dibanding kondisi normal. 

Di Jawa Timur, lalu lintas menuju Malang melalui GT Kejapanan Utama melonjak hampir 30 persen. Sementara kendaraan yang melintas menuju Malang lewat GT Singosari naik lebih dari 35 persen selama masa libur panjang.

Secara keseluruhan, Jasa Marga mencatat total 334.419 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode 13–14 Mei 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 20,61 persen dibanding lalu lintas normal. Mayoritas kendaraan bergerak menuju arah timur, termasuk jalur Trans Jawa dan Bandung yang menjadi tujuan favorit masyarakat selama libur panjang.

Peningkatan mobilitas masyarakat pada libur Kenaikan Yesus Kristus juga mendorong kepadatan di sejumlah jalur wisata dan transportasi umum. Jasa Marga mengimbau pengguna jalan merencanakan perjalanan dengan baik serta memastikan kondisi kendaraan dan saldo uang elektronik sebelum memasuki ruas tol Trans Jawa.