Rupiah Berpotensi Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS, Beban Utang Valas Diprediksi Membengkak

Rupiah Berpotensi Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS, Beban Utang Valas Diprediksi Membengkak
Rupiah Berpotensi Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS, Beban Utang Valas Diprediksi Membengkak

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan risiko meningkatnya beban utang valuta asing apabila nilai tukar rupiah terus melemah hingga menyentuh level Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan tekanan tambahan terhadap sektor usaha maupun stabilitas keuangan nasional.

Pernyataan itu disampaikan di tengah pelemahan kurs rupiah yang masih dipengaruhi sentimen global, termasuk kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan ketidakpastian ekonomi internasional. Menurut Purbaya, perusahaan yang memiliki kewajiban utang dalam mata uang asing akan menghadapi kenaikan beban pembayaran ketika rupiah terdepresiasi lebih dalam.

Ia menjelaskan, dampak paling besar berpotensi dirasakan oleh korporasi yang pendapatannya menggunakan rupiah tetapi memiliki cicilan atau kewajiban dalam dolar AS. Selisih kurs dapat meningkatkan biaya operasional sekaligus menekan arus kas perusahaan.

Meski demikian, Purbaya menilai kondisi sektor keuangan nasional masih relatif terjaga. Perbankan disebut memiliki tingkat ketahanan yang cukup baik dalam menghadapi gejolak nilai tukar. Namun, ia tetap mengingatkan pentingnya mitigasi risiko terutama bagi pelaku usaha dengan eksposur utang valas yang tinggi.

Tekanan terhadap rupiah dalam beberapa waktu terakhir terjadi seiring meningkatnya arus keluar modal asing dari pasar negara berkembang. Investor global cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Pemerintah dan Bank Indonesia sebelumnya telah menyiapkan sejumlah langkah stabilisasi untuk menjaga volatilitas nilai tukar agar tidak bergerak terlalu tajam. Intervensi di pasar valas dan penguatan instrumen moneter menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas rupiah.

Ekonom menilai arah pergerakan rupiah dalam beberapa bulan ke depan masih sangat dipengaruhi perkembangan ekonomi global, termasuk keputusan bank sentral AS terkait suku bunga acuan.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.