
Rencana pembubaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dipastikan tidak akan dilanjutkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Presiden Prabowo Subianto kini puas dengan berbagai perbaikan yang telah dilakukan di institusi tersebut sehingga opsi pembubaran tidak lagi menjadi pilihan pemerintah.
Pernyataan tersebut menandai perubahan sikap pemerintah setelah sebelumnya Prabowo sempat memberikan ultimatum agar Bea Cukai melakukan pembenahan menyeluruh. Saat itu, Presiden bahkan sempat mempertimbangkan mengganti fungsi DJBC dengan lembaga inspeksi independen apabila reformasi tidak menunjukkan hasil.
Prabowo Nilai Reformasi Bea Cukai Berjalan
Purbaya menjelaskan berbagai langkah perbaikan yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir mendapat apresiasi dari Presiden. Menurutnya, evaluasi menunjukkan kinerja DJBC mengalami kemajuan sehingga pemerintah memilih melanjutkan proses reformasi dibanding membubarkan lembaga tersebut.
Ia menambahkan arahan pemerintah saat ini adalah memastikan momentum reformasi terus berlanjut agar pelayanan kepabeanan dan cukai semakin transparan, efisien, serta mampu mendukung iklim investasi nasional.
Sempat Diancam Diganti dengan SGS
Sebelumnya, Prabowo pernah menyampaikan keinginan membubarkan Bea Cukai apabila tidak mampu memperbaiki kinerja. Salah satu opsi yang sempat muncul adalah menyerahkan fungsi pemeriksaan kepada perusahaan inspeksi asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS), seperti yang pernah diterapkan Indonesia pada masa lalu.
Namun, setelah menerima laporan mengenai perkembangan reformasi di tubuh DJBC, Presiden disebut menilai perubahan yang dilakukan sudah berada di jalur yang tepat sehingga rencana tersebut tidak lagi diteruskan.
Reformasi Fokus pada Tata Kelola
Pemerintah menegaskan pembenahan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan terus difokuskan pada peningkatan tata kelola, pengawasan, digitalisasi layanan, serta pemberantasan praktik penyelundupan dan pelanggaran kepabeanan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara sekaligus mempercepat proses pelayanan bagi pelaku usaha yang melakukan kegiatan ekspor maupun impor.
Pemerintah Ingin Tingkatkan Kepercayaan Dunia Usaha
Selain memperbaiki pelayanan publik, reformasi DJBC juga ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap sistem kepabeanan Indonesia. Pemerintah menilai proses yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel akan mendukung daya saing nasional di tengah persaingan investasi global.
Purbaya menegaskan keberhasilan reformasi tidak hanya diukur dari peningkatan penerimaan negara, tetapi juga dari kemampuan institusi memberikan kepastian hukum dan kemudahan berusaha bagi pelaku ekonomi.
Pembenahan Akan Terus Dilanjutkan
Meski rencana pembubaran dibatalkan, pemerintah memastikan reformasi di lingkungan Bea Cukai belum berakhir. Evaluasi terhadap kinerja organisasi akan tetap dilakukan secara berkala untuk memastikan target pembenahan dapat tercapai.
Dengan dukungan penuh dari Presiden, pemerintah berharap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengawasan, serta berkontribusi lebih besar terhadap penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
