
Kejaksaan Agung menjelaskan alasan sejumlah barang seperti sepeda motor, sepatu, dan perlengkapan pribadi dalam perkara dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dilakukan penyitaan. Penegasan itu disampaikan menyusul munculnya pertanyaan publik terkait barang-barang yang sebelumnya terlihat dalam penggeledahan penyidik.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung menyebut penyitaan hanya dilakukan terhadap barang yang memiliki keterkaitan langsung dengan tindak pidana dan berpotensi menjadi alat bukti dalam proses pembuktian di pengadilan. Karena itu, tidak semua barang yang ditemukan di lokasi penggeledahan otomatis disita oleh penyidik.
Menurut Kejagung, beberapa barang yang ramai diperbincangkan tidak memenuhi unsur relevansi terhadap dugaan korupsi yang sedang ditangani. Penyidik lebih memfokuskan penyitaan terhadap aset, dokumen, perangkat elektronik, serta barang yang diduga berasal dari hasil tindak pidana atau berkaitan dengan aliran dana perkara MBG.
Kasus dugaan korupsi program MBG saat ini masih berada dalam tahap penyidikan. Aparat penegak hukum tengah mendalami penggunaan anggaran serta mekanisme distribusi dana dalam proyek yang menjadi salah satu program strategis pemerintah tersebut.
Kejagung menegaskan proses hukum dilakukan berdasarkan ketentuan pidana dan prosedur penyitaan yang diatur dalam undang-undang. Oleh sebab itu, setiap tindakan penyidik harus memiliki dasar hukum yang jelas agar tidak menimbulkan pelanggaran hak terhadap pihak yang diperiksa.
Dalam beberapa pekan terakhir, perkara MBG menjadi sorotan publik karena melibatkan nilai anggaran besar dan diduga berkaitan dengan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek. Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi dari unsur pemerintah maupun pihak swasta untuk memperkuat konstruksi perkara.
Kejagung memastikan pengusutan kasus akan terus dikembangkan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya aset lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
