
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp2,7 triliun kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa guna mempercepat pembangunan tahap ketiga Ibu Kota Nusantara (IKN). Dana tambahan tersebut diusulkan untuk mendukung penyelesaian sejumlah infrastruktur prioritas yang ditargetkan rampung sesuai jadwal pemerintah.
Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Menteri Keuangan sebagai bagian dari pembahasan kebutuhan pendanaan pembangunan IKN. Basuki menjelaskan anggaran tambahan diperlukan agar proyek-proyek strategis yang telah memasuki tahap konstruksi dapat terus berjalan tanpa mengalami keterlambatan akibat keterbatasan pembiayaan.
Tambahan dana itu rencananya akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dasar pada paket pekerjaan tahap ketiga. Kebutuhan belanja meliputi pembangunan kawasan perkantoran pemerintahan, jaringan jalan, sistem drainase, utilitas kawasan, ruang terbuka hijau, serta berbagai fasilitas penunjang yang diperlukan agar IKN semakin siap menjalankan fungsi sebagai pusat pemerintahan nasional.
Basuki menegaskan pembangunan IKN tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, keberlanjutan proyek membutuhkan dukungan pendanaan yang memadai agar target menjadikan Nusantara sebagai ibu kota politik pada 2028 dapat tercapai.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan mengevaluasi setiap usulan tambahan anggaran kementerian maupun lembaga berdasarkan prioritas program, kemampuan fiskal negara, dan manfaat ekonomi yang dihasilkan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan belanja negara tetap efisien dan mendukung agenda pembangunan nasional.
Hingga pertengahan 2026, pembangunan IKN telah memasuki fase lanjutan dengan fokus pada penyelesaian kawasan inti pemerintahan, fasilitas legislatif dan yudikatif, serta infrastruktur pendukung. Pemerintah juga terus mendorong masuknya investasi swasta agar pembiayaan pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Otorita IKN berharap tambahan anggaran sebesar Rp2,7 triliun dapat segera memperoleh persetujuan sehingga proyek-proyek prioritas dapat dipercepat. Keberlanjutan pembangunan dinilai penting untuk mendukung perpindahan aktivitas pemerintahan secara bertahap sekaligus memperkuat peran IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan dan Indonesia bagian timur.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
