Prabowo Singgung Indonesia Pernah Dipandang “Di Bawah Anjing” di Era Penjajahan

Presiden Prabowo Subianto menyinggung kondisi bangsa Indonesia pada masa penjajahan yang menurutnya pernah diperlakukan tidak manusiawi dan dipandang rendah oleh bangsa lain. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan para pendiri bangsa telah merumuskan sistem ekonomi nasional karena melihat penderitaan rakyat Indonesia akibat penjajahan dan eksploitasi sumber daya alam di masa lalu. Ia menilai kondisi tersebut membuat martabat bangsa Indonesia pernah direndahkan di hadapan dunia.
“Bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing,” ujar Prabowo saat menjelaskan situasi yang pernah dialami masyarakat Indonesia pada masa kolonial.
Pidato tersebut disampaikan dalam agenda penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027. Dalam kesempatan itu, Prabowo banyak menyoroti pentingnya pengelolaan kekayaan negara untuk kepentingan rakyat dan mengurangi kebocoran anggaran negara.
Prabowo menilai kekayaan alam Indonesia seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara optimal dan bebas dari praktik korupsi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kedaulatan ekonomi nasional agar Indonesia tidak terus bergantung pada negara lain dalam menentukan nilai sumber daya strategis.
Selain membahas ekonomi, Prabowo dalam pidatonya juga menyinggung pentingnya persatuan nasional dan peran kritik dalam demokrasi. Ia bahkan menyampaikan apresiasi kepada partai politik yang berada di luar pemerintahan karena dinilai tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap kekuasaan.
Pidato Prabowo di DPR berlangsung lebih dari dua jam dan menjadi perhatian publik karena memuat sejumlah pernyataan tegas terkait ekonomi, korupsi, pengelolaan sumber daya alam, hingga posisi Indonesia di tingkat global.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
