
Kepolisian menyelidiki aksi teror yang menyasar rumah seorang pengacara di kawasan Pondok Petir, Kota Depok, setelah sebuah benda yang diduga menyerupai granat ditemukan di halaman rumah korban. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (5/7/2026) dini hari dan kini ditangani aparat untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi intimidasi tersebut.
Korban diketahui merupakan advokat bernama Novianus Martin Bau. Berdasarkan keterangan awal, benda mencurigakan itu diduga dijatuhkan menggunakan drone sebelum ditemukan di halaman rumah. Bersama benda yang menyerupai granat tersebut, pelaku juga diduga meninggalkan pesan ancaman yang memperkuat dugaan bahwa aksi itu merupakan bentuk teror terhadap korban. Tim Gegana Brimob langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi, identifikasi, dan pemeriksaan terhadap benda yang ditemukan.
Setelah menerima laporan, polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas di lingkungan sekitar. Penyidik juga memeriksa sejumlah saksi guna menelusuri kronologi kejadian dan mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat. Hingga kini, aparat belum menyimpulkan apakah benda tersebut merupakan granat aktif atau hanya menyerupai granat karena proses pemeriksaan laboratorium masih berlangsung.
Tim kuasa hukum korban menduga aksi tersebut berkaitan dengan perkara hukum yang sedang mereka tangani, termasuk sengketa lahan yang telah berkekuatan hukum tetap. Mereka menyebut rangkaian intimidasi telah terjadi dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari dugaan pengintaian, pesan ancaman, hingga aksi teror terhadap anggota tim hukum lainnya. Namun, kepolisian menegaskan seluruh dugaan tersebut masih akan didalami melalui proses penyelidikan agar penyebab peristiwa dapat dipastikan berdasarkan alat bukti.
Kasus ini menambah daftar aksi teror terhadap kalangan advokat dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, rumah seorang pengacara di Ciracas, Jakarta Timur, juga menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal dan kini masih dalam penyelidikan aparat. Polisi akan mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara kedua peristiwa tersebut, meski hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai hubungan keduanya.
Kepolisian memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku dan memastikan keamanan korban. Masyarakat yang memiliki informasi mengenai kejadian tersebut diminta segera melapor kepada aparat guna membantu proses pengungkapan perkara. Polisi juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai motif maupun pihak yang bertanggung jawab sebelum hasil penyelidikan diumumkan secara resmi.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
