
JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak generasi muda Indonesia untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai bekal menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini membuka peluang besar bagi anak muda untuk berinovasi dan menciptakan berbagai solusi di berbagai bidang.
Dalam berbagai kesempatan, Gibran menekankan bahwa AI telah menjadi salah satu teknologi yang paling berpengaruh terhadap perubahan dunia kerja, pendidikan, industri, hingga layanan publik. Karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta dan pengembang inovasi.
Perkembangan AI dalam beberapa tahun terakhir berlangsung sangat cepat. Teknologi ini kini digunakan dalam berbagai sektor seperti kesehatan, keuangan, pendidikan, transportasi, hingga industri kreatif. Kemampuan memahami dan memanfaatkan AI dinilai akan menjadi salah satu keterampilan penting di masa depan.
Menurut Gibran, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain penting dalam ekonomi digital global. Jumlah penduduk usia produktif yang besar menjadi modal utama untuk mendorong lahirnya talenta-talenta teknologi yang kompetitif.
Pengamat teknologi menjelaskan bahwa AI tidak hanya berkaitan dengan pemrograman komputer. Teknologi tersebut juga mencakup analisis data, otomatisasi proses, pengembangan produk digital, hingga berbagai inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas.
Dunia pendidikan pun mulai menyesuaikan kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan industri digital. Sejumlah sekolah dan perguruan tinggi telah memperkenalkan materi terkait kecerdasan buatan, data science, dan teknologi digital kepada para peserta didik.
Selain menguasai teknologi, generasi muda juga diingatkan untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan etika dalam penggunaan AI. Aspek tersebut dianggap penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pelaku industri teknologi menyambut baik dorongan pemerintah untuk meningkatkan literasi AI. Mereka menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta digital guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Pemerintah saat ini juga terus mendorong pengembangan ekosistem digital melalui berbagai program pelatihan, inkubasi startup, serta penguatan infrastruktur teknologi. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi generasi muda.
Pakar ekonomi digital menilai penguasaan AI dapat menjadi salah satu faktor yang memperkuat daya saing Indonesia di tingkat internasional. Negara yang memiliki sumber daya manusia unggul di bidang teknologi akan lebih siap menghadapi transformasi ekonomi global.
Meski demikian, tantangan dalam pengembangan talenta AI masih cukup besar, termasuk pemerataan akses pendidikan teknologi dan ketersediaan fasilitas pendukung. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta menjadi sangat penting.
Gibran berharap generasi muda Indonesia tidak takut menghadapi perubahan teknologi yang terjadi begitu cepat. Sebaliknya, perubahan tersebut harus dipandang sebagai peluang untuk berkembang dan menciptakan inovasi baru.
Dengan menguasai kecerdasan buatan serta berbagai keterampilan digital lainnya, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi Indonesia menuju negara yang lebih maju dan kompetitif di era teknologi global.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.
