
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan kembali melakukan kegiatan blusukan ke sejumlah daerah di Indonesia mulai awal Juli 2026. Kota Cirebon, Jawa Barat, menjadi salah satu tujuan pertama dalam agenda turun ke masyarakat tersebut.
Ketua Umum relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengatakan agenda blusukan dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menjaga komunikasi langsung dengan warga di berbagai daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan bagian dari upaya mengambil alih peran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Budi Arie menegaskan Jokowi masih memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat sehingga kegiatan turun lapangan dianggap sebagai hal wajar setelah tidak lagi menjabat presiden. Ia juga membantah adanya agenda politik tersembunyi di balik kegiatan tersebut.
Rencana blusukan Jokowi memicu perhatian publik dan perbincangan di media sosial karena dilakukan di tengah dinamika politik nasional pasca pergantian pemerintahan. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut dapat memperkuat pengaruh politik Jokowi di akar rumput.
Pengamat politik menilai kegiatan blusukan merupakan gaya komunikasi khas Jokowi sejak menjabat Wali Kota Solo hingga Presiden RI. Pola komunikasi langsung dengan masyarakat disebut menjadi salah satu faktor yang membentuk citra politik Jokowi selama ini.
Namun, sebagian pihak juga mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak memunculkan persepsi dualisme pengaruh dalam pemerintahan baru. Karena itu, komunikasi politik antara tokoh nasional dinilai penting untuk menjaga stabilitas politik nasional.
Projo memastikan kegiatan Jokowi lebih banyak berfokus pada silaturahmi dan interaksi sosial dengan masyarakat di daerah. Agenda tersebut disebut akan dilakukan secara bertahap di sejumlah kota lain setelah kunjungan awal ke Cirebon.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
