
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih berlanjut di pasar keuangan domestik. Kondisi tersebut terlihat dari kurs jual dolar Amerika Serikat yang dipatok sejumlah bank hingga mendekati level Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Jumat (29/5).
Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian ekonomi global serta penguatan mata uang AS. Kondisi itu membuat permintaan dolar meningkat, terutama dari pelaku usaha yang memiliki kebutuhan transaksi internasional.
Beberapa bank nasional tercatat menetapkan kurs jual dolar di kisaran Rp17.900 hingga hampir Rp18.000. Perbedaan nilai kurs antarbank dipengaruhi kebijakan internal masing-masing lembaga keuangan serta kondisi likuiditas pasar valuta asing.
Pengamat pasar menilai pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat dan arus modal asing yang bergerak keluar dari pasar negara berkembang. Selain itu, tensi geopolitik global juga turut meningkatkan tekanan terhadap mata uang regional.
Bank Indonesia sebelumnya menegaskan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen moneter. Otoritas moneter juga melakukan intervensi di pasar valas untuk mengurangi volatilitas yang berlebihan.
Meski rupiah melemah, pemerintah menilai fundamental ekonomi nasional masih relatif kuat. Cadangan devisa, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi domestik disebut tetap menjadi faktor penopang stabilitas ekonomi Indonesia.
Pelaku pasar kini menunggu perkembangan kebijakan The Federal Reserve yang diperkirakan masih menjadi faktor utama penggerak nilai tukar global dalam beberapa bulan mendatang.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
