25°C Bali
May 28, 2026
Purbaya Mengaku Belum Tahu Detail Anggaran Rp100 M untuk Sapi Kurban Presiden
Ekonomi Lokal

Purbaya Mengaku Belum Tahu Detail Anggaran Rp100 M untuk Sapi Kurban Presiden

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui secara rinci soal anggaran pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang disebut mencapai sekitar Rp100 miliar. Pernyataan itu disampaikan setelah muncul sorotan publik terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk bantuan hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah.

Menurut Purbaya, persoalan teknis mengenai anggaran bantuan sapi kurban lebih tepat ditanyakan kepada Kementerian Sekretariat Negara. Ia menyebut belum menerima informasi detail terkait sumber maupun mekanisme penggunaan anggaran tersebut.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan Presiden Prabowo menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban ke berbagai daerah di Indonesia dalam rangka Idul Adha. Bantuan tersebut disebut berasal dari program bantuan kemasyarakatan presiden yang dibiayai APBN.

Pernyataan mengenai penggunaan anggaran negara untuk pengadaan sapi kurban kemudian memunculkan perdebatan di ruang publik. Sebagian pihak mempertanyakan besarnya nilai anggaran, sementara pemerintah menilai bantuan tersebut merupakan bagian dari program sosial negara yang sah secara administrasi.

Juru bicara Partai Gerindra sebelumnya menjelaskan bahwa bantuan sapi kurban presiden tidak melanggar aturan karena masuk dalam skema bantuan kemasyarakatan presiden yang telah diatur dalam sistem keuangan negara.

Pengamat kebijakan publik menilai transparansi penggunaan APBN tetap penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pemerintah. Penjelasan terbuka mengenai rincian anggaran dan distribusi bantuan dinilai dapat mencegah polemik berkepanjangan.

Di sisi lain, tradisi penyaluran hewan kurban oleh kepala negara memang telah berlangsung sejak pemerintahan sebelumnya. Bantuan tersebut biasanya disalurkan ke masjid, pondok pesantren, dan kelompok masyarakat di berbagai daerah sebagai bagian dari perayaan Idul Adha.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya komunikasi publik pemerintah terkait penggunaan anggaran negara, terutama untuk program yang melibatkan perhatian luas masyarakat dan momentum keagamaan nasional.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.