
Harga sejumlah komoditas pangan masih bertahan tinggi meski pasokan nasional disebut dalam kondisi aman dan melimpah. Pemerintah menduga praktik mafia pangan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga di tingkat konsumen sulit turun.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai ada indikasi permainan distribusi dan perantara yang memicu ketidakwajaran harga di pasar. Dugaan itu muncul setelah pemerintah menemukan anomali pergerakan stok beras di tengah tingginya produksi nasional dan cadangan pangan yang tersedia.
Amran menyoroti perbedaan kondisi antara harga di tingkat penggilingan dengan harga eceran. Menurut dia, ketika harga gabah dan penggilingan mengalami penurunan, harga di pasar semestinya ikut terkoreksi. Namun kenyataannya, harga beras di tingkat konsumen masih tinggi di berbagai daerah.
Pemerintah juga menaruh perhatian pada lonjakan distribusi beras dari gudang kawasan Cipinang yang dinilai tidak biasa. Dalam satu hari, volume beras keluar disebut mencapai sekitar 11 ribu ton, jauh di atas rata-rata normal dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya permainan rantai distribusi oleh pihak tertentu.
Di sisi lain, Badan Pangan Nasional memastikan stok beras pemerintah masih mencukupi. Cadangan beras di gudang Bulog dilaporkan mencapai lebih dari 4 juta ton, sementara penyerapan hasil panen petani juga terus berjalan. Pemerintah menegaskan kenaikan harga bukan dipicu kelangkaan pasokan nasional.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyebut kenaikan harga gabah di tingkat petani ikut memengaruhi harga beras. Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan intervensi untuk menahan gejolak harga melalui penyaluran bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pemerintah kini mendorong Satgas Pangan melakukan investigasi terhadap dugaan praktik mafia distribusi pangan. Langkah itu dilakukan agar stabilitas harga dapat dijaga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
