25°C Bali
May 15, 2026
Kebijakan

Jokowi Effect Hari Ini Disebut Tak Lagi Sepenuhnya Dominan

Fenomena “Jokowi Effect” yang selama ini dianggap mampu mendongkrak elektabilitas partai dan kandidat politik dinilai mulai menghadapi tantangan baru menjelang Pemilu 2029. Pengamat politik menilai perubahan sentimen publik terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjadi faktor yang dapat memengaruhi kekuatan pengaruh politiknya di masa mendatang. 

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menyebut masyarakat saat ini lebih kritis dalam mengevaluasi pemerintahan Jokowi selama dua periode terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika dukungan publik terhadap Jokowi masih sangat dominan dalam berbagai kontestasi politik. 

Pangi menilai perubahan dinamika opini publik terlihat kuat di media sosial. Jika sebelumnya Jokowi sering menjadi figur dengan tingkat penerimaan tinggi, kini kritik terhadap kebijakan pemerintahan dan isu politik dinilai lebih banyak muncul di ruang digital. Situasi itu disebut dapat memengaruhi efektivitas “Jokowi Effect” dalam mendongkrak elektabilitas partai tertentu pada pemilu mendatang. 

Sorotan terhadap pengaruh politik Jokowi kembali menguat setelah muncul pernyataan mengenai kesiapan mantan presiden tersebut membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghadapi Pemilu 2029. Jokowi sebelumnya menyatakan siap turun langsung ke berbagai daerah untuk memperkuat struktur dan basis dukungan partai. 

Meski demikian, sejumlah analis menilai pengaruh personal figur politik tidak selalu bersifat permanen. Faktor kondisi ekonomi, persepsi publik terhadap pemerintahan sebelumnya, hingga perubahan preferensi pemilih muda dinilai akan ikut menentukan arah dukungan politik ke depan. 

Pengamat juga menilai Pemilu 2029 diperkirakan menghadirkan tantangan politik yang berbeda dibanding dua pemilu sebelumnya. Pemilih dinilai semakin rasional dan tidak hanya bergantung pada popularitas tokoh, tetapi juga melihat rekam jejak kebijakan, isu ekonomi, serta efektivitas partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat. 

Di sisi lain, Jokowi masih dianggap memiliki basis loyalis yang cukup kuat di sejumlah daerah. Dukungan tersebut dinilai tetap menjadi modal politik penting, terutama bagi partai atau kandidat yang mencoba mempertahankan kesinambungan pengaruh politik Jokowi di tingkat nasional.

Pengamat menilai perkembangan “Jokowi Effect” menuju 2029 akan sangat dipengaruhi dinamika politik nasional dalam beberapa tahun ke depan. Kemampuan partai politik membangun organisasi yang solid serta menghadirkan agenda konkret dinilai akan menjadi faktor utama dalam menentukan kekuatan elektoral di masa mendatang. 

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.