25°C Bali
May 12, 2026
Fenomena Ibu Ditandu karena Jalan Rusak Terulang Lagi di Banten
Kebijakan

Fenomena Ibu Ditandu karena Jalan Rusak Terulang Lagi di Banten

Peristiwa warga ditandu karena akses jalan rusak kembali terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kali ini, seorang ibu yang baru melahirkan harus dibawa menggunakan tandu darurat karena kondisi jalan di kampungnya tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Fenomena serupa disebut sudah berulang kali terjadi di wilayah tersebut.

Peristiwa terbaru itu terjadi di salah satu desa di Pandeglang dengan kondisi jalan yang rusak parah, berlumpur, dan sulit dilintasi terutama saat musim hujan. Warga terpaksa menggunakan bambu dan sarung untuk menandu pasien menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan.

Warga setempat bernama Angga mengatakan kejadian ibu melahirkan yang harus ditandu bukan lagi hal baru di daerah mereka. Menurutnya, buruknya infrastruktur jalan membuat warga kesulitan mengakses layanan kesehatan darurat.

“Sering banget yang ditandu. Kondisi jalan rusak menjadi penyebabnya,” kata Angga.

Kasus serupa sebelumnya juga terjadi di sejumlah wilayah Pandeglang. Pada April 2026, seorang ibu bernama Elis harus ditandu sekitar satu kilometer usai melahirkan karena akses jalan menuju rumahnya rusak berat. Bahkan, bayi yang dilahirkannya dilaporkan meninggal dunia.

Tidak hanya ibu melahirkan, warga sakit di Pandeglang juga kerap ditandu untuk mendapatkan layanan kesehatan. Pada 2025, seorang warga harus dibawa sejauh dua kilometer melewati jalan berlumpur untuk menuju klinik. Warga menyebut kondisi itu sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan signifikan dari pemerintah.

Persoalan infrastruktur di wilayah selatan Banten memang berulang kali menjadi sorotan. Selain jalan rusak, sejumlah daerah juga mengalami keterbatasan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan akibat minimnya akses transportasi.

Pengamat kebijakan publik menilai kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya pemerataan pembangunan infrastruktur dasar di daerah terpencil. Jalan desa yang rusak dinilai tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan masyarakat saat kondisi darurat medis.

Warga berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera mempercepat pembangunan akses jalan agar kejadian pasien ditandu, terutama ibu melahirkan dan warga sakit, tidak terus berulang setiap tahun.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.