Jumhur Hidayat Soroti Krisis Sampah Jakarta dalam Deklarasi Pilah Sampah

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat menyatakan Jakarta menghasilkan sekitar 8 ribu ton sampah setiap hari. Tingginya volume limbah di ibu kota mendorong pemerintah memperkuat gerakan pemilahan sampah dari sumber rumah tangga hingga kawasan usaha.
Pernyataan tersebut disampaikan Jumhur dalam Deklarasi Gerakan Pilah Sampah yang digelar di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026). Program itu menjadi bagian dari langkah Pemprov DKI Jakarta memperbaiki sistem pengelolaan sampah sekaligus menekan beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Menurut Jumhur, total timbulan sampah nasional saat ini mencapai sekitar 141 ribu ton per hari. Namun, pengelolaan sampah di Indonesia dinilai belum optimal karena baru sekitar 75 persen yang tertangani dengan baik.
Kementerian Lingkungan Hidup kini tengah menyiapkan peta jalan nasional pengelolaan sampah dengan target penyelesaian persoalan sampah dalam dua tahun ke depan. Jumhur menyebut Jakarta menjadi daerah yang lebih dahulu menjalankan gerakan pilah sampah sehingga dapat dijadikan model bagi wilayah lain di Indonesia.
Gerakan Pilah Sampah merupakan implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang kewajiban pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Program tersebut mengatur pemisahan sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu di tingkat rumah tangga, perkantoran, hingga kawasan usaha.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengangkutan dan pengolahan akhir. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting agar volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara bertahap.
Dukungan terhadap gerakan tersebut juga datang dari sejumlah pihak, termasuk Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Mereka menilai budaya memilah sampah perlu diperluas menjadi gerakan nasional untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di tengah meningkatnya tekanan urbanisasi.
Pemerintah berharap gerakan pemilahan sampah dapat mempercepat transformasi pengelolaan limbah nasional sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber ekonomi dan energi berkelanjutan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
