25°C Bali
May 27, 2026
Sektor Manufaktur Dinilai Masih Rentan Gelombang PHK pada 2026
Bisnis Ekonomi

Sektor Manufaktur Dinilai Masih Rentan Gelombang PHK pada 2026

Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) masih membayangi industri manufaktur nasional meski sejumlah indikator ekonomi mulai menunjukkan perbaikan. Pelaku industri menilai tekanan biaya produksi, pelemahan daya beli, dan ketidakpastian global menjadi faktor utama yang membuat sektor padat karya belum sepenuhnya pulih.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan tenaga kerja di sejumlah subsektor manufaktur, terutama tekstil, alas kaki, dan produk ekspor yang sangat bergantung pada permintaan luar negeri. Industri menghadapi tantangan berat akibat penurunan pesanan dan meningkatnya biaya operasional.

Kalangan pengusaha menilai kebijakan pemerintah perlu lebih diarahkan pada perlindungan industri domestik dan penciptaan iklim usaha yang kompetitif. Selain itu, beban biaya logistik, energi, serta tekanan impor disebut masih menjadi persoalan utama yang menghambat ekspansi industri nasional.

Fenomena PHK di sektor manufaktur dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga memengaruhi konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi nasional. Industri manufaktur selama ini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Pemerintah sebenarnya telah menggulirkan berbagai insentif untuk menjaga daya tahan industri, termasuk stimulus fiskal dan dukungan pembiayaan. Namun, pelaku usaha menilai implementasi di lapangan masih perlu diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan sektor riil.

Di sisi lain, transformasi teknologi dan otomatisasi produksi juga mulai mengubah kebutuhan tenaga kerja di industri manufaktur. Perusahaan cenderung melakukan efisiensi untuk menjaga margin usaha di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Meski demikian, pelaku industri tetap optimistis sektor manufaktur masih memiliki peluang tumbuh apabila kondisi ekonomi global membaik dan permintaan domestik kembali meningkat pada semester kedua tahun ini.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.