25°C Bali
May 16, 2026
Tarik Ulur Windfall Komoditas Menguat, Pemerintah dan Pengusaha Berbeda Sikap
Bisnis Ekonomi Kebijakan

Tarik Ulur Windfall Komoditas Menguat, Pemerintah dan Pengusaha Berbeda Sikap

Wacana penerapan windfall tax atau pajak atas keuntungan besar dari lonjakan harga komoditas kembali mengemuka di tengah kenaikan harga energi dan bahan tambang global. Pemerintah mulai membuka peluang penerapan kebijakan tersebut, sementara pelaku usaha meminta langkah itu dikaji hati-hati agar tidak mengganggu iklim investasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah mempertimbangkan pengenaan windfall tax apabila lonjakan harga komoditas berlangsung dalam jangka panjang dan menghasilkan keuntungan berlebih bagi perusahaan. Pemerintah menilai instrumen fiskal tambahan dibutuhkan untuk menjaga penerimaan negara di tengah tekanan subsidi energi dan ketidakpastian global. 

Pembahasan windfall tax menguat setelah harga sejumlah komoditas strategis seperti batu bara, minyak, nikel, dan sawit mengalami kenaikan signifikan sepanjang 2026. Harga minyak Brent bahkan sempat menembus lebih dari 100 dolar AS per barel akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. 

Sejumlah ekonom menilai Indonesia selama ini belum optimal menangkap keuntungan ekstra dari booming harga komoditas. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut negara berpotensi kehilangan penerimaan ratusan triliun rupiah karena sistem royalti yang dinilai kurang responsif terhadap lonjakan harga pasar. 

Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan potensi penerimaan dari windfall tax sektor batu bara saja bisa mencapai lebih dari Rp66 triliun. Sementara kajian Indef memperkirakan tambahan penerimaan negara dapat mencapai Rp192 triliun jika instrumen fiskal progresif diterapkan saat harga komoditas melonjak tinggi. 

Namun kalangan pengusaha menilai kebijakan tambahan pajak harus mempertimbangkan kondisi industri dan keberlanjutan investasi. Dunia usaha khawatir beban fiskal baru dapat menekan ekspansi sektor ekstraktif yang selama ini menjadi salah satu penopang ekspor nasional.

Pemerintah sendiri belum mengambil keputusan final terkait penerapan windfall tax. Opsi yang kini dibahas antara lain penyesuaian tarif royalti, revisi aturan penerimaan negara bukan pajak, hingga penyusunan skema pajak progresif khusus untuk keuntungan supernormal sektor sumber daya alam. 

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.