
PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) terus mempercepat ekspansi bisnis energi terbarukan dan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) melalui pembentukan badan usaha baru serta pengembangan proyek strategis di Tangerang Selatan senilai Rp2,6 triliun. Langkah agresif tersebut mulai menarik perhatian pelaku pasar meski saham OASA masih bergerak volatil sepanjang 2026.
Perseroan membentuk perusahaan baru bernama PT Biru Marunda Nusantara (BMN) untuk memperkuat pengembangan proyek energi hijau dan pengelolaan lingkungan. Pembentukan entitas baru ini disebut menjadi bagian dari strategi OASA memperluas ekosistem bisnis waste-to-energy dan infrastruktur energi berkelanjutan di Indonesia.
Di saat bersamaan, OASA juga mempercepat proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Cipeucang, Tangerang Selatan. Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp2,6 triliun dan digarap melalui perusahaan patungan bersama mitra strategis asal China.
Proyek PSEL Tangsel diproyeksikan menjadi salah satu proyek waste-to-energy terbesar di kawasan Jabodetabek. OASA melalui anak usahanya akan menguasai sekitar 76 persen kepemilikan perusahaan patungan, sementara sisanya dimiliki mitra asing yang menyediakan dukungan teknologi dan pendanaan proyek.
Pengembangan bisnis OASA sejalan dengan rencana pemerintah mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di berbagai kota besar. Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi baru terkait percepatan waste-to-energy yang dipandang menjadi katalis positif bagi emiten sektor energi hijau dan pengelolaan limbah.
Dari sisi pasar saham, pergerakan OASA masih tergolong fluktuatif. Berdasarkan data perdagangan, saham OASA sempat menyentuh level tertinggi Rp590 pada awal 2026 sebelum kembali bergerak di kisaran Rp400-an. Kapitalisasi pasar perseroan saat ini mencapai sekitar Rp2,58 triliun.
Analis menilai prospek jangka panjang OASA masih menarik karena sektor pengolahan sampah menjadi energi mulai mendapat dukungan regulasi pemerintah. Namun investor tetap diminta mencermati risiko eksekusi proyek, kebutuhan pendanaan besar, serta volatilitas saham yang masih tinggi.
Sejumlah pelaku pasar menilai proyek PSEL Tangsel berpotensi menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan OASA dalam beberapa tahun mendatang apabila proyek berhasil masuk tahap konstruksi dan operasi komersial sesuai target.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
