
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan penguatan komitmen pemerintah dalam menjaga Candi Borobudur sebagai living heritage menjelang perayaan Tri Suci Waisak 2026. Penegasan ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Vihara Mendut, Kabupaten Magelang, yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan perayaan keagamaan tersebut.
Kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada kesiapan acara keagamaan, tetapi juga memperkuat pendekatan pelestarian budaya yang mengintegrasikan nilai spiritual dan sejarah. Pemerintah menempatkan Borobudur bukan sekadar situs wisata atau cagar budaya, melainkan ruang hidup yang terus dimaknai oleh masyarakat dan umat Buddha.
Dalam agenda tersebut, Fadli Zon berdialog dengan Bhante Pannavaro Mahathera mengenai ajaran Buddha serta simbol-simbol penting di kawasan suci, termasuk makna chattra sebagai lambang penghormatan dan perlindungan. Ia menilai simbol-simbol tersebut menjadi bagian penting dalam narasi besar menjadikan Borobudur sebagai warisan budaya hidup yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern.
Selain itu, Vihara Mendut yang berdiri sejak 1976 dan kini memasuki usia 50 tahun turut menjadi sorotan. Menurut Fadli, keberadaan vihara tersebut mencerminkan kesinambungan tradisi spiritual yang berperan dalam menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Ia juga menekankan bahwa Waisak memiliki makna lebih luas dari sekadar perayaan keagamaan. Momentum ini dinilai sebagai refleksi perjalanan peradaban yang meneguhkan nilai toleransi, persatuan, dan kedamaian dalam masyarakat multikultural Indonesia. Melalui penguatan konsep living heritage, Kementerian Kebudayaan berupaya memastikan pelestarian Borobudur tidak hanya berorientasi pada fisik bangunan, tetapi juga pada nilai spiritual, sosial, dan edukatif yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
