
Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali memanfaatkan tekanan pasar saham dengan mengoleksi sejumlah emiten saat investor asing melakukan aksi jual besar-besaran. Strategi ini muncul di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang awal 2026. Aksi beli tersebut terjadi ketika aliran dana asing mencatatkan net sell signifikan, yang berdampak pada turunnya harga saham di berbagai sektor. Dalam situasi ini, Lo Kheng Hong justru melihat peluang untuk mengakumulasi saham dengan valuasi yang lebih murah, terutama pada perusahaan dengan fundamental kuat.
Pendekatan tersebut konsisten dengan strategi investasi jangka panjang yang selama ini diterapkannya. Ia menilai penurunan harga saham bukan sebagai risiko utama, melainkan kesempatan untuk membeli perusahaan berkualitas dengan harga diskon. Bahkan, ia menegaskan kondisi ketika investor asing melepas saham justru menjadi momentum terbaik bagi investor domestik.
Berdasarkan data kepemilikan, Lo Kheng Hong diketahui memegang sejumlah saham dari berbagai sektor, termasuk komoditas, energi, hingga agribisnis. Emiten seperti batu bara dan kelapa sawit menjadi fokus karena dinilai memiliki prospek permintaan yang stabil dalam jangka panjang. Selain itu, sektor perbankan juga tetap menjadi incaran berkat fundamental yang kuat.
Di sisi lain, tekanan terhadap IHSG sepanjang 2026 cukup dalam. Dalam empat bulan pertama tahun ini, indeks tercatat mengalami penurunan signifikan, seiring derasnya arus keluar dana asing. Kondisi ini membuat banyak saham berkapitalisasi besar terkoreksi, sehingga membuka ruang bagi investor value untuk masuk. Lo Kheng Hong juga mengingatkan investor untuk tidak terburu-buru melakukan cut loss saat pasar melemah. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi mengunci kerugian. Sebaliknya, ia mendorong investor untuk tetap fokus pada kualitas fundamental perusahaan dan memanfaatkan fase koreksi sebagai peluang akumulasi.
Strategi ini kembali menegaskan prinsip investasi berbasis nilai (value investing), di mana keputusan investasi tidak ditentukan oleh fluktuasi jangka pendek, melainkan prospek bisnis
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
