25°C Bali
May 2, 2026
Bisnis Ekonomi finansial Kebijakan

Kredit Investasi RI Melejit 20,85% di Tengah Perang AS-Iran

Pertumbuhan kredit investasi di Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan meski tensi geopolitik global meningkat akibat konflik Amerika Serikat dan Iran. Bank Indonesia mencatat kredit investasi tumbuh 20,85% secara tahunan (year-on-year) pada Maret 2026, menjadi penopang utama ekspansi kredit perbankan nasional. 

Kinerja ini mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek jangka panjang, meskipun kondisi global masih diliputi ketidakpastian. Secara keseluruhan, kredit perbankan tumbuh 9,49% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, pertumbuhan terbesar justru datang dari segmen investasi, bukan dari modal kerja maupun konsumsi. 

Ekonom menilai lonjakan ini didorong oleh strategi perusahaan yang memilih menempatkan dana pada aset jangka panjang seperti pembangunan fasilitas dan pembelian aset tetap. Dalam situasi ekonomi global yang belum stabil, investasi dinilai lebih aman dibandingkan menahan likuiditas tanpa kepastian arah. 

Selain itu, proyek hilirisasi sumber daya alam seperti nikel dan tembaga turut menjadi pendorong utama. Sektor ini dikenal padat modal dan membutuhkan pembiayaan besar. Faktor lain yang ikut menopang adalah peluang relokasi industri dari luar negeri ke Indonesia, serta kondisi likuiditas perbankan yang masih longgar sehingga ruang penyaluran kredit tetap terbuka. 

Meski demikian, terdapat catatan penting terkait kualitas pertumbuhan tersebut. Kredit modal kerja hanya tumbuh 4,38% dan kredit konsumsi 5,88%, menunjukkan aktivitas produksi dan permintaan domestik belum sepenuhnya pulih. Hal ini mengindikasikan pelaku usaha masih cenderung berhati-hati dan menahan ekspansi operasional. 

Di sisi lain, distribusi kredit investasi dinilai belum optimal. Porsi besar masih mengalir ke sektor jasa dan properti, sementara sektor manufaktur yang berpotensi menyerap tenaga kerja lebih besar belum menjadi fokus utama. Pemerintah dinilai perlu memperkuat insentif agar investasi lebih banyak masuk ke kawasan industri dan sektor produktif. 

Ke depan, tantangan utama bukan hanya menjaga pertumbuhan kredit, tetapi memastikan pembiayaan tersebut benar-benar mendorong aktivitas ekonomi riil dan penciptaan lapangan kerja.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.