Hotman Paris Akui Dan Minta Maaf Buntut Emosi Karena Dicecar Pertanyaan

Hotman Paris minta maaf ke wartawan
Ilustrasi. Foto: Hotman Paris Akui Dan Minta Maaf Buntut Emosi Karena Dicecar Pertanyaan

Hotman Paris, selaku Kuasa Hukum Febrie Adriansyah mengakui dirinya terbawa emosi dan meminta maaf kepada organisasi pers karena dicecar pertanyaan-pertanyaan mengenai perkara yang sedang ditangani karena pertanyaan yang ditanyakan sudah berada di luar kapasitasnya untuk menjawab. 

Hotman Akui Emosional saat Menjawab Wartawan

Dalam pernyataan videonya, Hotman menjelaskan kronologi yang menurutnya melatarbelakangi insiden tersebut. Ia mengatakan seorang wartawan lebih dulu menanyakan dugaan adanya agenda tersembunyi dari sebuah instansi dalam penanganan perkara kliennya. Hotman mengaku telah menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut karena bukan pihak yang berwenang memberikan penjelasan.

Namun, sebelum ia selesai memberikan jawaban, pertanyaan lain kembali diajukan mengenai dugaan kekeliruan yang dilakukan instansi tersebut. Situasi itu, menurut Hotman, membuat emosinya terpancing hingga melontarkan kalimat yang kemudian menjadi sorotan publik.

Sampaikan Permohonan Maaf kepada Wartawan dan Organisasi Pers

Hotman menegaskan tidak memiliki niat untuk menghina atau merendahkan profesi wartawan. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada jurnalis yang hadir dalam konferensi pers maupun kepada organisasi wartawan di seluruh Indonesia.

Dalam pernyataannya, Hotman mengakui bahwa situasi saat itu berlangsung secara emosional. Meski demikian, ia menyadari ucapannya telah menimbulkan kekecewaan di kalangan insan pers sehingga memilih menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia berharap permohonan maaf tersebut dapat diterima oleh pihak-pihak yang merasa tersinggung.

Pernyataan Sebelumnya Menuai Kritik

Sebelumnya, pernyataan Hotman Paris dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan dirinya membentak wartawan beredar luas di media sosial. Ucapan tersebut dinilai tidak mencerminkan sikap yang menghargai profesi jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan.

IJTI menyatakan pernyataan tersebut berpotensi merendahkan profesi wartawan yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Organisasi itu mengingatkan bahwa pertanyaan kritis merupakan bagian dari proses verifikasi informasi dalam kerja jurnalistik. Kritik serupa juga disampaikan Forum Pemred Indonesia dan PWI yang meminta narasumber menghormati tugas pers.

Hotman Sebut Tidak Berwenang Menjawab Semua Pertanyaan

Menurut Hotman, sebagian pertanyaan yang diajukan wartawan menyangkut substansi perkara yang berada di luar kewenangannya sebagai kuasa hukum. Ia menilai tidak semua isu dapat dijawab karena berkaitan dengan proses penegakan hukum yang menjadi domain institusi terkait.

Ia juga menegaskan bahwa reaksi emosional yang muncul saat konferensi pers bukan didasari niat untuk menyerang profesi wartawan, melainkan akibat tekanan situasi ketika menerima sejumlah pertanyaan secara beruntun.

Polemik Diharapkan Berakhir dengan Dialog

Pernyataan yang disampaikan oleh Hotman Paris menegaskan kembali tentang pentingnya kebebasan pers dan hak wartawan untuk bertanya mengenai setiap berita yang terjadi. Permintaan maaf yang diungkapkan Hotman Paris menjadi perkembangan terbaru serta diharapkan oleh sejumlah organisasi pers menjadi pengingat antara hubungan narasumber dan jurnalis yang harus tetap terjaga secara profesional.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.