Bahlil Akui Sempat Hentikan Ekspor Batu Bara Demi Jaga Pasokan Listrik Nasional

Bahlil Akui Sempat Hentikan Ekspor Batu Bara Demi Jaga Pasokan Listrik Nasional
Bahlil Akui Sempat Hentikan Ekspor Batu Bara Demi Jaga Pasokan Listrik Nasional
Ilustrasi. Foto: Bahlil Akui Sempat Hentikan Ekspor Batu Bara Demi Jaga Pasokan Listrik Nasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah sempat menghentikan sementara ekspor batu bara guna memastikan pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) tetap aman. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah menemukan adanya gangguan pasokan batu bara yang berpotensi memengaruhi keandalan sistem kelistrikan nasional.

Bahlil menjelaskan keputusan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar kebutuhan dalam negeri menjadi prioritas sebelum batu bara dikirim ke pasar ekspor. Menurutnya, pemerintah tidak ingin kembali terjadi gangguan pasokan yang dapat memicu pemadaman listrik di berbagai daerah. Karena itu, perusahaan tambang diminta terlebih dahulu memenuhi kewajiban memasok batu bara untuk kebutuhan domestik sebelum melakukan ekspor.

Ia mengaku sempat mempertanyakan kondisi pasokan batu bara yang menipis di tengah tahun. Berdasarkan data Kementerian ESDM, kebutuhan batu bara PLN sepanjang 2026 diperkirakan mencapai sekitar 154 juta metrik ton, sementara kontrak pasokan yang telah diamankan mencapai sekitar 141 juta metrik ton. Menurut Bahlil, dengan kapasitas produksi nasional yang besar, seharusnya kebutuhan dalam negeri tetap dapat dipenuhi sehingga persoalan kekurangan pasokan tidak semestinya terjadi.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian ESDM membentuk tim pengawasan pengadaan energi primer yang melibatkan Inspektorat Jenderal ESDM, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta PT PLN (Persero). Tim tersebut bertugas mengawasi proses pengadaan batu bara agar lebih transparan sekaligus memastikan pasokan untuk pembangkit listrik tidak kembali terganggu.

Menurut Bahlil, langkah penguatan pengawasan diperlukan karena persoalan pasokan batu bara tidak boleh terus berulang setiap tahun. Pemerintah juga meminta aparat penegak hukum ikut mengawasi tata kelola distribusi batu bara sehingga kewajiban pemenuhan pasar domestik (Domestic Market Obligation atau DMO) dapat dijalankan secara konsisten oleh seluruh perusahaan tambang.

Setelah kebutuhan PLN dinilai kembali aman, pemerintah membuka kembali aktivitas ekspor batu bara secara bertahap. Bahlil memastikan kondisi pasokan saat ini sudah jauh lebih stabil sehingga operasional pembangkit listrik dapat berjalan normal. Meski demikian, pemerintah menegaskan kebutuhan energi nasional akan tetap menjadi prioritas utama dibanding kepentingan ekspor apabila situasi serupa kembali terjadi di masa mendatang. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha yang bergantung pada pasokan listrik nasional.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.