Harga Pertamax Bisa Naik Lagi? Begini Penjelasan Bahlil

Harga Pertamax Bisa Naik Lagi? Begini Penjelasan Bahlil
Ilustrasi. Foto: Harga Pertamax Bisa Naik Lagi? Begini Penjelasan Bahlil

Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan penyesuaian harga kembali dalam waktu dekat. Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah masih terus memantau perkembangan harga energi global sebelum mengambil keputusan lanjutan. 

Menurut Bahlil, harga bahan bakar nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar dan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah. Karena itu, perubahan harga di masa depan sangat bergantung pada kondisi pasar energi internasional.

Meski demikian, Bahlil memastikan pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM subsidi. Ia menegaskan Pertalite dan Biosolar tetap mendapatkan perlindungan sehingga masyarakat pengguna BBM subsidi tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga dalam waktu dekat. 

Pemerintah saat ini juga masih mengkaji berbagai opsi untuk menjaga daya beli masyarakat setelah penyesuaian harga Pertamax. Namun hingga kini belum ada keputusan mengenai bentuk insentif atau kebijakan tambahan yang akan diberikan. 

Kenaikan harga Pertamax sebelumnya dilakukan mengikuti lonjakan harga energi global. Sebagai produk nonsubsidi, Pertamax memang memiliki mekanisme penetapan harga yang berbeda dengan BBM yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar dan memastikan kebijakan energi yang diambil tetap mempertimbangkan stabilitas ekonomi nasional serta kebutuhan masyarakat.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.