25°C Bali
May 27, 2026
Jakarta Jadi Kota dengan Udara Terburuk Kedua di Dunia saat Iduladha 1447 H
Kebijakan

Jakarta Jadi Kota dengan Udara Terburuk Kedua di Dunia saat Iduladha 1447 H

Jakarta Jadi Kota dengan Udara Terburuk Kedua di Dunia saat Iduladha 1447 H

Kualitas udara Jakarta kembali memburuk saat perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Berdasarkan data pemantauan udara global IQAir pada Selasa pagi, ibu kota Indonesia menempati posisi kedua kota dengan polusi udara terparah di dunia.

Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta tercatat berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5 yang berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Memburuknya kualitas udara terjadi di tengah aktivitas masyarakat yang meningkat selama momen libur Iduladha. Selain emisi kendaraan bermotor, faktor cuaca dan minimnya pergerakan angin disebut ikut memperparah akumulasi polutan di atmosfer Jakarta.

Data IQAir menunjukkan kualitas udara Jakarta sempat melampaui sejumlah kota besar lain yang selama ini dikenal memiliki tingkat polusi tinggi. Situasi tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap penanganan pencemaran udara di wilayah metropolitan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah menerapkan berbagai langkah pengendalian emisi, mulai dari uji emisi kendaraan hingga perluasan transportasi publik. Namun, pengamat lingkungan menilai upaya tersebut belum cukup efektif menekan polusi secara signifikan.

Paparan PM2.5 dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru, gangguan jantung, hingga penurunan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Karena itu, warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker ketika kualitas udara berada pada level tidak sehat.

Fenomena buruknya kualitas udara di Jakarta bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, ibu kota kerap masuk daftar kota dengan polusi tertinggi dunia, terutama pada musim kemarau.

Pemerintah didorong mempercepat kebijakan transisi energi bersih serta pembatasan emisi kendaraan untuk menekan pencemaran udara yang semakin mengkhawatirkan.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.