
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang bagi perusahaan milik artis dan influencer untuk melantai di pasar modal melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperluas basis emiten baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebut bisnis kreatif berbasis digital kini berkembang pesat dan memiliki potensi besar untuk mengakses pendanaan publik melalui pasar saham.
Menurut BEI, perusahaan milik figur publik dapat melakukan IPO selama memenuhi persyaratan tata kelola, transparansi keuangan, serta ketentuan regulasi pasar modal yang berlaku.
Perkembangan ekonomi digital dan meningkatnya monetisasi konten media sosial membuat sejumlah bisnis artis dan influencer kini memiliki valuasi yang cukup besar, mulai dari lini kecantikan, makanan dan minuman, fashion, hingga media digital.
Pengamat pasar modal menilai keterlibatan bisnis kreatif di bursa dapat memperluas minat investor ritel, khususnya generasi muda yang dekat dengan ekosistem digital dan figur media sosial.
Namun, analis juga mengingatkan agar perusahaan berbasis personal branding tetap memperkuat fundamental bisnis dan tata kelola perusahaan agar mampu menjaga kepercayaan investor jangka panjang.
BEI menilai pasar modal Indonesia masih memiliki ruang besar untuk menampung perusahaan ekonomi baru, termasuk sektor kreatif dan digital yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
