Jurnalis Tempo di Misi Flotilla Kirim SOS: Saya Diculik Militer Israel

Jurnalis Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 mengirim pesan darurat atau SOS setelah kapal rombongan bantuan menuju Gaza dicegat militer Israel di perairan internasional Mediterania Timur. Dalam pesan yang beredar, Andre menyebut dirinya “diculik” oleh pasukan Israel bersama aktivis dan relawan lainnya.
Pesan tersebut dikirim Andre melalui rekaman video dan aplikasi pesan singkat sesaat sebelum komunikasi rombongan terputus. Dalam pernyataannya, ia meminta pemerintah Indonesia dan masyarakat internasional membantu pembebasan seluruh peserta misi kemanusiaan yang berada di kapal Global Sumud Flotilla.
Andre diketahui tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bersama sejumlah relawan dan aktivis kemanusiaan yang membawa bantuan logistik serta obat-obatan untuk warga Gaza. Selain Andre, terdapat dua jurnalis Indonesia lain yang ikut dalam misi tersebut, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika.
Pencegatan dilakukan militer Israel ketika armada bantuan berada sekitar 310 mil laut dari Gaza. Sejumlah kapal dilaporkan dikepung aparat bersenjata sebelum seluruh awak dan penumpang diperintahkan menghentikan pelayaran.
Dewan Pers dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengecam tindakan Israel yang menangkap jurnalis Indonesia dalam misi sipil kemanusiaan. Kedua organisasi tersebut meminta pemerintah Indonesia memperkuat langkah diplomatik untuk membebaskan para wartawan dan relawan yang ditahan.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan telah berkoordinasi dengan kedutaan besar Indonesia di kawasan Timur Tengah untuk memantau kondisi para WNI. Pemerintah juga menegaskan penangkapan relawan dan jurnalis sipil dalam misi kemanusiaan tidak dapat dibenarkan menurut prinsip hukum internasional.
Global Sumud Flotilla merupakan koalisi internasional yang dibentuk untuk menembus blokade Gaza dan mengirim bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Dalam beberapa tahun terakhir, armada bantuan serupa berulang kali dicegat Israel dengan alasan keamanan kawasan.
Kasus ini kembali memicu perhatian global terhadap keselamatan jurnalis di wilayah konflik dan hak sipil dalam misi kemanusiaan internasional. Organisasi pers internasional mendesak Israel menjamin keselamatan seluruh awak kapal dan segera memberikan akses komunikasi kepada mereka yang ditahan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
