25°C Bali
May 19, 2026
IHSG Tumbang, Investasi Tas Hermes Kembali Dibandingkan dengan Saham
Ekonomi finansial

IHSG Tumbang, Investasi Tas Hermes Kembali Dibandingkan dengan Saham

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa pekan terakhir kembali memicu perdebatan mengenai instrumen investasi alternatif yang dinilai lebih tahan krisis. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah tas mewah merek Hermès yang disebut-sebut mampu memberikan imbal hasil lebih stabil dibanding sebagian aset finansial, termasuk saham.

Tas seri Birkin dan Kelly dari Hermès selama bertahun-tahun menjadi simbol aset koleksi bernilai tinggi yang harganya terus meningkat. Beberapa model bahkan disebut mengalami kenaikan harga signifikan setiap tahun karena produksi terbatas dan tingginya permintaan pasar global.

Laporan lembaga riset pasar mewah sebelumnya menunjukkan tas Hermès tertentu dapat mencatat apresiasi nilai tahunan rata-rata di atas inflasi global. Faktor kelangkaan, material premium, hingga daftar tunggu panjang membuat produk tersebut sering dianggap sebagai “safe haven” alternatif di kalangan kolektor dan ultra high net worth individual.

Perbandingan dengan pasar saham kembali muncul setelah IHSG mengalami tekanan akibat arus keluar dana asing, sentimen suku bunga tinggi Amerika Serikat, serta ketidakpastian global. Dalam kondisi volatilitas tinggi, sebagian investor kelas atas disebut mulai mendiversifikasi aset ke barang koleksi mewah seperti jam tangan, karya seni, hingga tas premium. 

Meski demikian, analis menilai investasi barang mewah tetap memiliki risiko tersendiri. Likuiditas pasar tidak setinggi saham atau emas, sementara harga sangat dipengaruhi kondisi pasar kolektor, keaslian produk, hingga tren mode global. Biaya perawatan dan risiko pemalsuan produk juga menjadi tantangan utama investasi barang koleksi premium. 

Di sisi lain, pasar saham dinilai tetap memiliki keunggulan dari sisi likuiditas, dividen, dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Instrumen saham juga berada di bawah pengawasan regulator sehingga lebih transparan dibanding perdagangan barang koleksi yang banyak berlangsung di pasar sekunder internasional.

Sejumlah tas Hermès edisi tertentu pernah terjual hingga miliaran rupiah dalam lelang internasional. Fenomena itu memperkuat persepsi bahwa barang mewah tidak lagi sekadar simbol gaya hidup, tetapi juga bagian dari diversifikasi aset kalangan kaya global.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.