25°C Bali
May 11, 2026
Said Abdullah Pastikan Fiskal Indonesia Tetap Stabil di Tengah Tekanan
Ekonomi finansial

Said Abdullah Pastikan Fiskal Indonesia Tetap Stabil di Tengah Tekanan

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meyakini kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 masih berada dalam jalur aman meski menghadapi tekanan ekonomi global dan meningkatnya kebutuhan belanja pemerintah. Ia menilai defisit anggaran hingga saat ini tetap terkendali dan tidak mengarah pada kondisi krisis fiskal. 

Said menyampaikan optimisme tersebut sebagai respons atas munculnya kekhawatiran sejumlah pihak terkait potensi pelebaran defisit APBN dan isu kesehatan fiskal nasional. Menurutnya, indikator penerimaan negara dan posisi kas pemerintah masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil. 

Data realisasi fiskal kuartal I 2026 menunjukkan pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp394,8 triliun dengan pertumbuhan tahunan mencapai 20,7 persen. 

Said juga menyoroti adanya surplus dari selisih kurang bayar dan lebih bayar pajak sebesar Rp13,38 triliun. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjaga stabilitas APBN tahun ini. 

Di sisi belanja, realisasi pengeluaran negara hingga kuartal I 2026 mencapai Rp815 triliun atau meningkat 31,4 persen secara tahunan. Belanja pemerintah pusat menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp610,3 triliun yang digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional. 

Meski demikian, Said mengingatkan pemerintah agar tetap melakukan pembenahan tata kelola program prioritas, khususnya yang melibatkan kementerian teknis dan lembaga baru. Ia menilai efisiensi belanja dan ketepatan sasaran program menjadi faktor penting untuk menjaga disiplin fiskal di tengah tekanan ekonomi global. 

Menurut Said, defisit APBN saat ini berada di kisaran 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), masih jauh di bawah batas maksimal 3 persen sebagaimana diatur undang-undang. Ia memperkirakan defisit akhir tahun justru berpotensi lebih rendah dari target awal melalui langkah refocusing dan optimalisasi pendapatan negara. 

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.