25°C Bali
May 21, 2026
Rupiah Dekati Rp17.700, Ekonom Soroti Warning Ekonomi Indonesia
finansial Kebijakan

Rupiah Dekati Rp17.700, Ekonom Soroti Warning Ekonomi Indonesia

Nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga mendekati level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran pelaku pasar dan ekonom terhadap stabilitas ekonomi nasional. Sejumlah analis menilai pelemahan kurs saat ini telah memasuki fase yang perlu diwaspadai pemerintah dan Bank Indonesia (BI). 

Ekonom Bright Institute Awalil Rizky menyebut level Rp17.000 per dolar AS sebenarnya sudah menjadi sinyal tekanan serius bagi perekonomian Indonesia. Menurut dia, semakin dalam pelemahan rupiah akan berdampak langsung terhadap biaya impor, utang luar negeri, dan inflasi domestik. 

Ia menjelaskan pelemahan rupiah tidak hanya memengaruhi sektor keuangan, tetapi juga dunia usaha dan daya beli masyarakat. Kenaikan harga barang impor, bahan baku industri, hingga energi berpotensi mendorong inflasi apabila tekanan nilai tukar berlangsung berkepanjangan.

Pandangan serupa disampaikan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda. Ia menilai level Rp17.500 per dolar AS sudah masuk kategori mengkhawatirkan karena dapat mengganggu kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional. 

Menurut Huda, tekanan terhadap rupiah saat ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik, mulai dari penguatan dolar AS, tingginya suku bunga global, hingga meningkatnya kebutuhan devisa di dalam negeri. Kondisi itu membuat arus modal asing lebih mudah keluar dari pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Bank Indonesia sebelumnya menyatakan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing dan obligasi guna menjaga stabilitas rupiah. BI juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk mengantisipasi dampak pelemahan kurs terhadap sektor riil dan sistem keuangan nasional. 

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut apabila ketidakpastian global tidak segera mereda. Pelemahan nilai tukar juga disebut dapat memengaruhi sentimen investor terhadap pasar saham dan obligasi domestik.

Di sisi lain, pemerintah tetap menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat ditopang konsumsi domestik, ekspor komoditas, dan cadangan devisa yang dinilai masih memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi makro. 

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.