
Pasar modal Indonesia kembali dibayangi tekanan setelah pemerintah mempercepat implementasi kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Sentimen tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga berisiko melanjutkan koreksi ke level 5.882 dalam jangka pendek.
Pada perdagangan Kamis (21/5), IHSG ditutup melemah lebih dari 3 persen ke area 6.090-an di tengah aksi jual investor. Pelaku pasar masih menunggu kepastian mengenai mekanisme operasional DSI sebagai badan khusus ekspor komoditas strategis seperti batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan paduan besi.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengakui pasar masih mencari kepastian atas dampak pembentukan badan ekspor tersebut terhadap emiten sumber daya alam dan pasar saham nasional. Menurut dia, investor masih menunggu detail implementasi sebelum kembali masuk ke pasar.
Kebijakan baru itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai tata kelola ekspor sumber daya alam melalui eksportir tunggal BUMN. Pemerintah menilai mekanisme tersebut dapat menekan praktik underinvoicing dan meningkatkan penerimaan devisa negara.
Meski pemerintah optimistis kebijakan itu akan memperkuat ekonomi nasional dalam jangka panjang, analis pasar melihat fase transisi berpotensi memicu volatilitas tinggi. Investor asing dinilai masih mencermati dampak regulasi baru terhadap profitabilitas emiten komoditas, arus kas ekspor, serta kepastian kontrak dagang internasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pelemahan IHSG lebih dipicu ketidakpastian pasar terhadap mekanisme kerja badan ekspor baru tersebut. Ia meyakini sentimen negatif akan mereda setelah investor memahami skema implementasi dan potensi manfaat bagi perusahaan terbuka.
Pemerintah memastikan kontrak ekspor yang sudah berjalan tetap dihormati selama masa transisi. Pada tahap awal mulai Juni hingga akhir 2026, DSI hanya berperan sebagai perantara dan penilai transaksi ekspor sebelum nantinya menjadi trader utama mulai Januari 2027.
Di sisi lain, sejumlah analis teknikal memperkirakan IHSG masih rentan melanjutkan pelemahan apabila sentimen ketidakpastian belum mereda. Area 5.882 disebut menjadi level support penting yang berpotensi diuji apabila tekanan jual asing berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
