
Kinerja ekspor Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan positif di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik. Sepanjang Januari–Februari 2026, nilai ekspor nasional mencapai US$44,32 miliar atau naik 2,19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menjadi sinyal ketahanan sektor perdagangan Indonesia di tengah tekanan global. Meskipun sejumlah sektor manufaktur menghadapi perlambatan, lonjakan harga komoditas unggulan justru menjadi penopang utama kinerja ekspor nasional.
Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menyebut komoditas berbasis sumber daya alam menjadi motor utama pertumbuhan. Ekspor nikel dan produk turunannya tercatat melonjak signifikan, diikuti minyak kelapa sawit (CPO), sektor otomotif, serta mesin dan peralatan.
Selain itu, kenaikan harga komoditas energi seperti batu bara dan CPO turut memberikan dampak positif terhadap nilai ekspor. Kondisi ini membantu menahan tekanan akibat penurunan volume ekspor di beberapa sektor industri.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekspor nonmigas tumbuh 2,82% menjadi US$42,35 miliar. Tiga negara tujuan utama ekspor Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India dengan kontribusi mencapai 43,85% dari total ekspor nonmigas.
Tiongkok menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$10,46 miliar, didominasi komoditas besi dan baja, nikel, serta bahan bakar mineral. Sementara ekspor ke Amerika Serikat dan India juga mencatat kontribusi signifikan dari produk manufaktur dan komoditas.
Dari sisi wilayah, kontribusi terbesar terhadap ekspor berasal dari Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Kepulauan Riau. Ketiga provinsi tersebut menyumbang lebih dari 32% total ekspor nasional pada awal 2026.
Ke depan, kombinasi antara harga komoditas yang tinggi dan diversifikasi pasar dinilai menjadi kunci menjaga tren pertumbuhan ekspor Indonesia di tengah dinamika global yang masih bergejolak.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
