25°C Bali
May 13, 2026
Ekonomi finansial

Dana Asing Kabur Rp 931 Miliar Jelang Pengumuman MSCI

Arus modal asing kembali meninggalkan pasar saham Indonesia menjelang pengumuman hasil rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berdasarkan data perdagangan RTI Business, investor asing mencatat aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp 931,89 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Selasa (12/5).

Tekanan jual terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap evaluasi MSCI yang berpotensi mengurangi bobot saham Indonesia dalam indeks global. Investor menunggu keputusan terkait isu high shareholding concentration (HSC) dan free float sejumlah emiten domestik yang selama ini menjadi sorotan lembaga indeks global tersebut.

Seiring keluarnya dana asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,68% ke level 6.858,89. Padahal, pada sesi perdagangan sebelumnya IHSG sempat menguat hampir 1% sebelum akhirnya berbalik turun hingga penutupan pasar. Sepanjang 2026, koreksi IHSG tercatat mencapai sekitar 20,6% secara year to date (YTD).

Secara akumulatif, arus keluar modal asing sepanjang tahun ini juga terus membesar. Dana asing tercatat keluar Rp 38,36 triliun di seluruh pasar dan Rp 48,48 triliun di pasar reguler Bursa Efek Indonesia. Kondisi tersebut memperlihatkan sikap wait and see investor global terhadap prospek pasar modal Indonesia.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su memperkirakan MSCI akan menghapus sejumlah saham Indonesia yang dianggap memiliki konsentrasi kepemilikan terlalu tinggi. Menurut dia, jika tidak ada emiten pengganti yang masuk indeks, maka bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets berpotensi turun dan memicu tekanan lanjutan dari investor asing.

Kekhawatiran pasar kemudian terbukti setelah MSCI mengeluarkan sejumlah emiten Indonesia dari indeks globalnya. Sedikitnya enam saham keluar dari MSCI Global Standard Index dan 13 saham lain didepak dari MSCI Global Small Cap Index. Dampaknya, IHSG langsung dibuka melemah tajam ke level 6.700-an pada perdagangan Rabu pagi.

Pengamat pasar modal menilai tekanan jangka pendek masih mungkin berlanjut, terutama pada saham dengan likuiditas rendah dan isu free float terbatas. Meski demikian, fundamental ekonomi domestik dinilai masih menjadi faktor penopang utama bagi pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.