Klarifikasi Bayan Soal Rumor Haji Isam Borong Saham

bayan
bayan
Ilustrasi. Foto: Bayan Resources Akhirnya Bersuara Soal Saham Bakal Diborong Haji Isam

JAKARTA, BERITA NASIONAL – Manajemen perusahaan emiten tambang batu bara besar, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk menjelaskan mengenai berita yang beredar di pasar bahwa seorang pengusaha dari Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad yang juga dikenal dengan nama Haji Isam, berencana membeli saham perusahaan tersebut pada Selasa (23/6/2026). Penjelasan ini diberikan oleh perusahaan untuk menjawab perubahan yang tidak menentu dalam harga saham serta permintaan informasi dari otoritas bursa.

Pihak manajemen menyatakan bahwa perusahaan tidak memiliki informasi dan belum menerima konfirmasi mengenai rencana transaksi pembelian saham dalam skala besar oleh pihak Haji Isam atau entitas bisnis yang berada di bawah naungannya. Bayan Resources mengatakan bahwa struktur kepemilikan saham pengendali masih stabil dan tidak ada pembicaraan mengenai penjualan atau pelepasan saham oleh konglomerat Low Tuck Kwong. Klarifikasi ini diharapkan bisa membantu memperjelas berita-berita palsu yang beredar di kalangan investor dan forum pasar modal.

Klarifikasi Resmi Manajemen Bayan Resources ke Bursa

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI), jajaran direksi Bayan Resources menegaskan komitmen perseroan dalam mematuhi prinsip keterbukaan informasi publik sesuai peraturan perundang-undangan di pasar modal.

Perseroan menyatakan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi material, fakta, atau kejadian penting yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan secara tidak wajar.

Pihak manajemen juga menggarisbawahi bahwa pemegang saham utama perseroan, yakni Low Tuck Kwong, tidak pernah melakukan negosiasi atau menandatangani nota kesepahaman apa pun terkait rencana divestasi maupun pengalihan saham kepada pihak ketiga.

Asal-usul Rumor Pasar Terkait Ketertarikan Haji Isam

Kabar mengenai potensi masuknya konglomerat tambang asal Batulicin, Haji Isam, ke jajaran pemegang saham BYAN sempat merebak cepat di berbagai kanal diskusi investor saham. Isu tersebut memicu lonjakan volume transaksi dan spekulasi harga saham BYAN di lantai bursa dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Spekulasi pasar awalnya berkembang dari asumsi konsolidasi industri batu bara dan ekspansi agresif grup usaha Jhonlin di sektor energi dan logistik pertambangan.

Namun, manajemen Bayan Resources meminta para pelaku pasar untuk bersikap kritis dan tidak mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan rumor tanpa dasar konfirmasi resmi dari perseroan.

Kinerja Operasional dan Fundamental Tambang BYAN Tetap Solid

Di tengah mencuatnya isu korporasi tersebut, Bayan Resources memastikan seluruh kegiatan operasional pertambangan, pengolahan, dan pengapalan batu bara perseroan tetap berjalan normal tanpa gangguan.

Perseroan terus fokus pada optimalisasi produksi tambang di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan serta penyelesaian infrastruktur penunjang seperti jalur pengangkutan (hauling road) dan fasilitas pelabuhan muat batu bara (coal terminal).

Fundamental keuangan perseroan dinilai tetap kokoh didukung efisiensi biaya operasional (stripping ratio yang terjaga) serta kontrak pasokan jangka panjang dengan pembangkit listrik domestik maupun mitra ekspor di Asia.

Imbauan kepada Investor dan Kepatuhan Tata Kelola Pasar Modal

Manajemen Bayan Resources mengimbau para investor publik untuk senantiasa mengacu pada kanal komunikasi resmi keterbukaan informasi di laman BEI dan siaran pers perusahaan sebelum mengambil langkah jual-beli saham.

Perseroan menegaskan akan segera menyampaikan pengumuman resmi sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) apabila sewaktu-waktu terdapat aksi korporasi yang memenuhi kriteria keterbukaan informasi material.

Otoritas bursa pun terus memantau pergerakan harga dan transaksi saham BYAN guna menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien.

Klarifikasi terbuka dari PT Bayan Resources Tbk mengakhiri spekulasi pasar terkait rumor pembelian saham oleh Haji Isam. Melalui penegasan stabilitas kepemilikan saham pengendali Low Tuck Kwong dan keberlanjutan kinerja operasional perseroan, manajemen memastikan fokus perusahaan tetap tertuju pada penguatan fundamental bisnis pertambangan batu bara nasional secara berkesinambungan.

News Writer | Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.