
Kinerja ekspor burung hias Indonesia mulai tertekan akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kementerian Perdagangan mencatat gangguan distribusi ke sejumlah negara tujuan utama, sehingga berdampak pada penjualan luar negeri sektor tersebut.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa pasar ekspor burung hias Indonesia selama ini banyak bergantung pada negara-negara di Timur Tengah serta Singapura. Ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut membuat arus perdagangan tidak berjalan optimal, terutama pada awal 2026.
Situasi ini menjadi tantangan bagi industri burung hias yang sebenarnya memiliki potensi ekonomi besar. Nilai perputaran sektor ini diperkirakan mencapai Rp1,7 triliun hingga Rp2 triliun, didukung oleh aktivitas peternak, pedagang, hingga industri pendukung seperti pakan dan perlengkapan.
Gangguan ekspor tersebut terjadi karena konflik memengaruhi jalur distribusi dan permintaan dari negara tujuan. Dalam kondisi ini, pelaku usaha menghadapi ketidakpastian pasar, meskipun permintaan domestik masih relatif stabil.
Meski demikian, pemerintah optimistis kinerja ekspor akan kembali pulih setelah kondisi geopolitik mereda. Perbaikan diharapkan terjadi setelah periode awal tahun, seiring dengan normalisasi permintaan dari pasar internasional.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong perluasan pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada wilayah tertentu. Diversifikasi pasar dinilai penting agar industri burung hias lebih tahan terhadap gejolak global di masa depan.
Dengan strategi tersebut, sektor burung hias diharapkan tetap berkontribusi terhadap devisa negara sekaligus menjaga keberlangsungan usaha para pelaku industri di dalam negeri.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
