
JAKARTA, BERITA NASIONAL – Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil riset terbarunya yang menunjukkan adanya tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI secara konsisten sejak bulan Mei lalu pada Selasa (1/9/2026) siang. Hasil riset ini menyoroti perlunya evaluasi mendalam bagi para wakil rakyat di Senayan dalam merespons ekspektasi masyarakat.
Temuan survei ini merekam pergeseran pandangan pemilih terhadap efektivitas fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan yang dijalankan oleh parlemen.
Temuan Utama Survei dan Faktor Pemicu Penurunan Kepuasan
Dalam pemaparan datanya, direktur eksekutif Poltracking menjelaskan bahwa persentase kepuasan masyarakat terhadap kinerja DPR mengalami koreksi negatif dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah faktor utama yang diidentifikasi memengaruhi penurunan ini meliputi perdebatan seputar produk undang-undang tertentu yang dianggap kurang menyerap aspirasi publik secara optimal, serta dinamika penanganan isu-isu ekonomi harian yang dirasakan langsung oleh warga.
Meskipun fungsi representasi tetap berjalan, responden menilai responsivitas dewan terhadap pengaduan masyarakat masih perlu ditingkatkan agar tingkat kepercayaan publik kembali pulih.
Angka ketidakpuasan cenderung meningkat di kalangan kelompok masyarakat perkotaan yang memiliki akses tinggi terhadap informasi politik dan transparansi kinerja lembaga negara.
“Hasil survei Poltracking merekam adanya tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja DPR RI yang terus merosot sejak bulan Mei,” ujar perwakilan lembaga survei di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Tanggapan DPR dan Urgensi Peningkatan Transparansi Kinerja
Menanggapi hasil survei tersebut, sejumlah anggota DPR RI menyatakan sikap terbuka dan siap menjadikan data riset ini sebagai bahan evaluasi internal yang konstruktif. Peningkatan komunikasi publik serta pelibatan masyarakat yang lebih luas dalam setiap perumusan kebijakan strategis dinilai menjadi kunci utama untuk mengembalikan citra positif lembaga legislatif.
Parlemen dituntut untuk lebih aktif menunjukkan hasil kerja nyata yang langsung dirasakan oleh konstituen di daerah pemilihan masing-masing.
Transparansi dalam pembahasan anggaran dan akuntabilitas pengambilan keputusan di ruang sidang paripurna harus terus dijaga agar kepercayaan publik tidak semakin tergerus.
Dukungan masyarakat terhadap institusi demokrasi sangat bergantung pada konsistensi para wakil rakyat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat banyak di atas kepentingan golongan.
Penutup
Rilis survei Poltracking pada 1 September 2026 yang mencatat penurunan tren kepuasan publik terhadap DPR sejak Mei memberikan catatan penting bagi dinamika politik nasional. Melalui evaluasi transparan dan perbaikan kinerja nyata, lembaga legislatif diharapkan mampu merajut kembali kepercayaan masyarakat Indonesia.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.
